Wall Street Melonjak Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Tercapai

Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua/Michael Nagle

Wall Street Melonjak Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Tercapai

Eko Nordiansyah • 12 June 2026 08:25

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Kamis, 11 Juni 2026, setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah mencapai tahap finalisasi dan berpotensi ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyebut pembahasan serta poin-poin akhir kesepakatan telah memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang terlibat. Namun, Iran menyatakan belum ada keputusan final terkait kesepakatan tersebut.

Sentimen tersebut mendorong reli di Wall Street. Dikutip dari Investing.com, Jumat, 12 Juni 2026, indeks S&P 500 naik 1,7 persen ke 7.393,06 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,9 persen menjadi 50.848,38 poin, sedangkan Nasdaq Composite menguat 2,5 persen ke 25.809,66 poin, menjadi kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Kepala Strategi Interactive Brokers Steve Sosnick mengatakan pelaku pasar merespons positif keputusan Trump membatalkan serangan terhadap Iran.

"Para trader tentu saja antusias dengan pengumuman Presiden bahwa tidak akan ada serangan di Pulau Kharg malam ini," kata Sosnick kepada Investing.com.

Menurut dia, optimisme pasar semakin menguat setelah Trump kembali mengisyaratkan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Trump klaim kesepakatan hampir rampung

Pergerakan pasar sepanjang hari berlangsung fluktuatif seiring derasnya perkembangan informasi dari Timur Tengah. Sentimen pasar sempat tertekan setelah Trump mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Iran dan menargetkan Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut.

Namun, pasar berbalik menguat setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan dan menyebut proses penyelesaian konflik telah memasuki tahap akhir.

"Kami baru saja mencapai penyelesaian yang sangat baik untuk perang dengan Iran dan saat ini sedang memfinalisasi dokumen-dokumen yang diperlukan," ujar Trump kepada wartawan.

Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan belum ada persetujuan akhir dan sejumlah isu penting masih dibahas dalam proses negosiasi.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Inflasi produsen masih tinggi

Dari sisi ekonomi, pasar juga mencermati data inflasi produsen AS yang dirilis Kamis waktu setempat.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) naik 1,1 persen secara bulanan pada Mei, lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 0,7 persen. Secara tahunan, PPI meningkat 6,5 persen, tertinggi sejak November 2022.

Sementara itu, PPI inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi naik 0,4 persen secara bulanan dan 4,9 persen secara tahunan, lebih rendah dibanding perkiraan analis.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama guna memastikan tekanan inflasi benar-benar terkendali.

Oracle tertekan, SpaceX jadi sorotan

Di tengah penguatan pasar secara keseluruhan, saham Oracle justru melemah sekitar 8,5 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana belanja modal hingga USD95 miliar pada tahun fiskal 2027, jauh di atas ekspektasi pasar sekitar USD68 miliar.

Oracle juga berencana menghimpun pendanaan sebesar USD40 miliar melalui utang dan ekuitas untuk mendukung ekspansi bisnis pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, perhatian investor turut tertuju pada pencatatan saham SpaceX yang menjadi salah satu agenda terbesar di pasar modal AS tahun ini. Menurut sejumlah laporan media internasional, perusahaan milik Elon Musk tersebut dihargai sekitar USD1,77 triliun dalam penawaran saham perdana (IPO), yang berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal AS.

(Eko Nordiansyah)