Yield Treasury AS Naik usai Pidato Ketua The Fed di Jackson Hole

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Yield Treasury AS Naik usai Pidato Ketua The Fed di Jackson Hole

Eko Nordiansyah • 29 August 2026 08:25

Washington: Imbal hasil (yield) Treasury AS pada Jumat, 28 Agustus 2026, bergerak naik saat para pedagang melepas obligasi di tengah pidato pembukaan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam konferensi tahunan Jackson Hole.

Dikutip dari Investing, Sabtu, 29 Agustus 2026, imbal hasil acuan tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 4,695 persen. Sementara imbal hasil tenor 2 tahun, naik 5,1 basis poin menjadi 4,283 persen. Imbal hasil tenor 30 tahun tidak banyak berubah di angka 5,187 persen.

Minggu ini merupakan periode yang penuh gejolak bagi pasar pendapatan tetap (fixed-income) AS, yang ditandai dengan kombinasi kompleks antara intervensi kebijakan fiskal, pergeseran geopolitik, dan data ekonomi yang menunjukkan persistensi (sulit turun).

Pasar obligasi mereda

Treasury tenor panjang sempat mengalami sedikit kelegaan di awal minggu setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan penggandaan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang oleh departemennya menjadi USD4 miliar per operasi.

Imbal hasil mendapat dukungan disinflasi tambahan di pertengahan minggu saat harga minyak mentah acuan global turun lebih dari 2,5 persen ke kisaran USD87 per barel, menyusul laporan mengenai potensi pembicaraan gencatan senjata AS-Iran dan diskusi transit di Selat Hormuz. 
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Penurunan harga acuan energi tersebut untuk sementara waktu menghilangkan premi inflasi akibat kenaikan biaya (cost-push inflation) yang sebelumnya melekat pada kurva suku bunga.

Tren kenaikan harga obligasi tersebut terhenti akibat rilis indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan Juli. Meskipun PCE inti sesuai ekspektasi di angka 3,3 persen secara tahunan (yoy), PCE umum sedikit meningkat menjadi 3,7 persen, yang mengonfirmasi bahwa tekanan harga masih persisten dan membatasi ruang gerak The Fed untuk melonggarkan kebijakan.

Kenaikan biaya pinjaman AS mencerminkan pergerakan harga di pasar obligasi utama Eropa, di mana para penjual obligasi kembali beraksi di tengah pernyataan bernada hawkish dari bank sentral.

Imbal hasil obligasi Jerman capai level tertinggi

Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun Jerman (Bund) naik menjadi 3,275 persen pada hari Jumat, mencapai level tertinggi sejak 2011.

Kenaikan imbal hasil Eropa diperkuat oleh komentar anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), Isabel Schnabel, yang secara eksplisit memperingatkan bahwa biaya pinjaman harus naik lebih lanjut untuk menstabilkan inflasi; hal ini mendorong pasar uang untuk memperhitungkan kemungkinan besar kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada bulan September.

Pada saat yang sama, surat utang jangka pendek Eropa mengalami sedikit peredaaan tekanan, di mana imbal hasil obligasi dua tahun Jerman (Schatz), sedikit melandai ke level 2,844 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu pada awal pekan.

Para pelaku pasar obligasi (meja perdagangan Treasury) sepenuhnya memusatkan perhatian pada pidato Ketua Kevin Warsh di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole.

Para pengelola alokasi aset pendapatan tetap (fixed-income) menantikan kejelasan mengenai apakah ketua The Fed tersebut akan menekankan risiko inflasi mendasar atau membahas ketegangan antara kebijakan suku bunga bank sentral dan upaya Menteri Keuangan Bessent dalam mengelola biaya pinjaman jangka panjang.

Di tengah utang publik yang mendekati angka USD40 triliun dan biaya bunga tahunan yang melampaui USD1 triliun, pandangan Warsh mengenai independensi moneter dan kebijakan neraca keuangan akan menentukan arah kurva imbal hasil obligasi pemerintah menjelang musim gugur.

(Eko Nordiansyah)