Konser 'Echoes Across The Sea' Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang

Konser bertajuk Echoes Across The Sea di Jakarta mempertemukan musik Jepang dan klasik Barat. (Metrotvnews.com)

Konser 'Echoes Across The Sea' Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang

Willy Haryono • 30 August 2026 09:34

Jakarta: Kedutaan Besar Jepang bersama ARC Sudirman dan Jakarta Sinfonietta menggelar konser musik klasik bertajuk “Echoes Across The Sea” di Sudirman Hall, Sequis Tower, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Konser tersebut menghadirkan pianis asal Jepang Toru Oyama sebagai solois di bawah arahan konduktor Iswargia R. Sudarno.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi mengatakan pertunjukan tersebut menjadi ruang pertemuan budaya melalui musik yang mempertemukan karya klasik Barat dengan komposisi dari sinema Jepang.

"Malam ini, kita menyambut pianis Oyama Toru untuk penampilan yang melampaui batas budaya antara Timur dan Barat," ujar Dubes Atsushi dalam sambutannya.

Pada sesi solo, Toru Oyama membawakan sejumlah komposisi yang dikenal melalui film Jepang, antara lain “Summer” dan “One Summer’s Day” karya Joe Hisaishi serta “Merry Christmas Mr. Lawrence” karya Ryuichi Sakamoto.

Sementara itu, Jakarta Sinfonietta membawakan “Three Film Scores” karya komposer Jepang Toru Takemitsu.

Perpaduan musik klasik dan soundtrack film tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan musik sebagai medium pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.

"Saya berharap Anda dapat menikmati beragam musik Jepang ini, yang lahir dari kekayaan budaya kami, serta menjadi kesempatan untuk semakin mempererat pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia," kata Dubes Atsushi.

Padukan Musik Jepang dan Klasik Barat

Selain komposisi dari film Jepang, konser juga menghadirkan sejumlah karya klasik Barat. Oyama tampil sebagai solois dalam Piano Concerto No. 14, K. 449 karya Wolfgang Amadeus Mozart.

Jakarta Sinfonietta kemudian membawakan Sonata for Strings karya William Walton serta lagu Indonesia “Di Bawah Sinar Bulan Purnama” karya Maladi dalam aransemen Jos Kleber.

Konser tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah panjang Toru Oyama dalam pengembangan musik klasik di Indonesia.

Dubes Atsushi mengatakan Oyama telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk membina musisi klasik muda Indonesia.

"Bapak Oyama telah mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk membina musisi klasik muda di Indonesia. Saya sangat menghargai kontribusi jangka panjang beliau," ucapnya.

Melalui pertunjukan tersebut, penyelenggara berharap hubungan Indonesia-Jepang tidak hanya berkembang melalui kerja sama diplomatik dan ekonomi, tetapi juga melalui pertukaran budaya dan interaksi antarmasyarakat.

Baca juga:  Hubungan Ekonomi Jepang-Indonesia Diperkuat lewat Ekspor Daging Premium

(Willy Haryono)