Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari. Foto: Antara.
BNPB Siapkan Tenda Peleton Dukung Pembelajaran di Aceh-Sumbar-Sumut
Anggi Tondi Martaon • 2 January 2026 20:24
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda peleton untuk mendukung pembelajaran di lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Proses belajar mengajar bakal berjalan pada 5 Januari 2026.
"Tenda peleton ini sudah standar, artinya tenda pengungsi yang isinya 30 sampai 50 orang untuk pengungsi. Saat ini, kita akan buka penutupnya sampai batas atap untuk dijadikan ruang belajar sementara," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026.
Abdul menyampaikan, penggunaan tenda peleton untuk belajar mengajar sudah diterapkan sebelumnya Sumbar. Yakni, dijadikan tempat ujian akhir semester.
Ia mengemukakan, tenda peleton telah disiapkan di beberapa titik. Terutama di Aceh yang terdampak bencana dengan dampak yang paling besar.
"Di Aceh ada beberapa titik, misal Pidie Jaya itu ada lima tenda yang kita siapkan, Bener Meriah ada lima tenda peleton, kemudian Gayo Luwes ada beberapa peleton, dan Bireuen beberapa peleton," ungkap Abdul.
"Ini sifatnya memang sebagai dukungan cadangan kalau nanti titik-titik sekolah yang saat ini masih dalam proses pembersihan tidak bisa diselesaikan sebelum nanti awal proses belajar-mengajar dimulai Senin depan," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan 85 persen sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut sudah mulai beroperasi.
.jpeg)
Kondisi salah satu sekolah yang rusak akibat bencana alam di Sumatra. Foto: Dok. Metro TV.
Mu'ti memaparkan total sekolah yang terdampak sebanyak 4.149. Hingga saat ini, 3.508 di antaranya sudah kembali beroperasi.
Namun, 54 sekolah terpaksa harus melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda. Sebab, kondisi bangunan yang rusak berat.
"Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total," kata Mu'ti.
Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah itu melanjutkan, tenda darurat untuk sekolah yang didirikan di Aceh sebanyak 14, 21 di Sumatra Barat, dan 19 di Sumatra Utara.
Kemudian, sekolah yang masih dalam proses pembersihan ada 516 di Aceh, 42 di Sumbar, dan 29 di Sumut. Total yang masih dalam proses pembersihan ada 587.