9 Kereta Api di Indonesia yang Namanya Terinspirasi dari Gunung

Ilustrasi kereta api. Foto: Dok. KAI.

9 Kereta Api di Indonesia yang Namanya Terinspirasi dari Gunung

Putri Purnama Sari • 15 September 2026 16:51

Jakarta: Penamaan kereta api di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Selain menggunakan nama satwa hingga tokoh dan istilah tertentu, sejumlah kereta api juga mengambil nama dari gunung-gunung yang ada di Nusantara.

Nama gunung tersebut kemudian menjadi identitas sejumlah kereta api yang melayani perjalanan di Pulau Jawa dan Sumatra.

Salah satu yang cukup dikenal adalah KA Argo Bromo Anggrek. Namun, nama kereta tersebut kini sudah berubah menjadi KA Anggrek. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menggunakan nama baru tersebut pada 9 Mei 2026.

Perubahan nama itu merupakan penyederhanaan identitas layanan. KAI memastikan perubahan tersebut tidak memengaruhi jadwal, rute, maupun kelas pelayanan kereta.

Lantas, apa saja kereta api yang menggunakan nama gunung di Indonesia? Mengutip dari Instagram @kai121_, berikut informasinya.

Daftar Nama Kereta Api dari Gunung di Indonesia

1. KA Anggrek

Sebelumnya dikenal dengan nama KA Argo Bromo Anggrek, kereta ini melayani rute Surabaya Pasarturi-Gambir pulang pergi.

Nama Argo Bromo Anggrek sebelumnya terinspirasi dari nama Gunung Bromo yang berada di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut.

KA Argo Bromo Anggrek pertama kali dioperasikan pada 24 September 1997 dan dikenal sebagai salah satu kereta api unggulan di lintas utara Jawa. Mulai 9 Mei 2026, KAI menyederhanakan namanya menjadi KA Anggrek. Meski nama berubah, rute dan layanan kereta tetap sama.
 

2. KA Argo Lawu

KA Argo Lawu menggunakan nama Gunung Lawu sebagai bagian dari identitasnya. Gunung Lawu berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung ini memiliki tiga puncak yang dikenal sebagai Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah sebagai puncak tertingginya.

Nama Gunung Lawu kemudian digunakan untuk KA eksekutif yang melayani rute Solo Balapan-Gambir pulang pergi. KA Argo Lawu diluncurkan pada 21 September 1996 dan menjadi salah satu kereta api unggulan KAI.

3. KA Argo Muria

Nama KA Argo Muria diambil dari Gunung Muria di Jawa Tengah. Gunung Muria merupakan gunung bertipe stratovolcano yang berada di kawasan pantai utara Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.602 meter di atas permukaan laut.

Gunung Muria juga memiliki sejarah geologi yang menarik. Kawasan tersebut pernah menjadi pulau tersendiri dan terpisah dari Pulau Jawa oleh Selat Muria.

Nama Gunung Muria kemudian digunakan untuk KA eksekutif yang melayani rute Semarang Tawang-Gambir pulang pergi. Kereta ini diresmikan pada 22 Desember 1997.

4. KA Argo Sindoro


Ilustrasi kereta api. Foto: Dok. KAI.

KA Argo Sindoro juga mengambil nama dari gunung yang berada di Jawa Tengah. Gunung Sindoro merupakan gunung api aktif dengan ketinggian sekitar 3.136 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada berdampingan dengan Gunung Sumbing sehingga keduanya kerap disebut sebagai pasangan gunung.

Nama Gunung Sindoro digunakan sebagai identitas KA eksekutif dengan relasi Semarang Tawang-Gambir pulang pergi. KA Argo Sindoro diresmikan pada 17 Maret 2007.

5. KA Ciremai

KA Ciremai mengambil nama dari Gunung Ciremai di Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung api dengan ketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat.

Nama Ciremai kemudian digunakan untuk kereta api kelas campuran yang terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi. KA Ciremai melayani rute Bandung-Semarang Tawang pulang pergi dan pertama kali beroperasi pada 28 September 2013.

6. KA Cikuray

KA Cikuray mengambil nama dari  Gunung Cikuray merupakan gunung bertipe stratovolcano yang berada di Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 2.821 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan kebudayaan Sunda. Pada sekitar abad ke-17, lereng Gunung Cikuray disebut menjadi kawasan mandala atau pusat pertapaan para pendeta sekaligus kegiatan tulis-menulis Kerajaan Padjadjaran.

Nama Cikuray kemudian digunakan untuk kereta api kelas ekonomi bersubsidi yang melayani rute Garut-Pasarsenen pulang pergi. Kehadiran KA Cikuray juga menjadi bagian dari sejarah dibukanya kembali layanan kereta api di Garut setelah jalur tersebut tidak aktif selama hampir 40 tahun.

7. KA Pangrango

KA Pangrango mengambil nama dari Gunung Pangrango yang berada di Jawa Barat. Gunung Pangrango memiliki ketinggian sekitar 3.019 meter di atas permukaan laut. Puncaknya dikenal dengan nama Mandalawangi.

Nama Gunung Pangrango digunakan sebagai nama kereta api kelas campuran yang melayani rute Bogor-Sukabumi pulang pergi. KA Pangrango diluncurkan pada 9 November 2013.

8. KA Rajabasa

Sementara dari Sumatra, ada KA Rajabasa yang namanya diambil dari Gunung Rajabasa di Lampung. Gunung Rajabasa merupakan gunung api yang berada di Lampung. Gunung tersebut memiliki kawah dengan ukuran sekitar 500 x 700 meter dan kawasan yang ditutupi berbagai vegetasi.

Nama Rajabasa kemudian digunakan sebagai identitas kereta api kelas ekonomi bersubsidi yang melayani rute Tanjungkarang-Kertapati pulang pergi.

9. KA Argo Wilis

KA Argo Wilis melayani perjalanan Surabaya Gubeng–Bandung pp. Nama kereta ini terinspirasi dari Gunung Wilis, gunung berapi di Jawa Timur yang memiliki puncak bernama Puncak Trogati dengan ketinggian sekitar 2.563 mdpl.

KA Argo Wilis diresmikan pada 8 November 1998 dan merupakan kereta api kelas eksekutif. Kereta ini melayani perjalanan lintas selatan Jawa dan dikenal sebagai salah satu kereta api dengan rute Surabaya–Bandung.

(Putri Purnama Sari)