Habiburokhman: Pernyataan Abraham Samad terkait Reformasi Polri Salah Kaprah

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Foto: Tangkapan layar

Habiburokhman: Pernyataan Abraham Samad terkait Reformasi Polri Salah Kaprah

M Sholahadhin Azhar • 6 February 2026 17:28

Jakarta: Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, menyebut pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan, terkait reformasi kepolisian sebagai salah kaprah. Sebab, Abraham menilai reformasi baru bisa dilakukan jika kapolri diganti.

"Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah," kata Habiburokhman, dalam keterangan video, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Habiburokhman, cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah. Terutama, soal reformasi kultural dan institusional, kemudian memberi usul yang sangat personal.

"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subyektif dan bersudut pandang yang sangat sempit. 
 


Menurut dia, reformasi di bidang apapun tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Terlebih, kata Habiburokhman, Kapolri Listiyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.

"Data di Komisi III jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya," kata Habiburokhman.

Polri, sebut dia, juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap  pengaduan masyarakat. Habiburokhman melihat pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional


Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Foto: Tangkapan layar

Presiden, kata Habiburokhman, tidak bisa diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi tersebut. Menurut dia, boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik.

"Tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," kata Habiburokhman.

Habiburokhman memahami karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal. Terutama, ketika membahas hal yang bersifat institusional.

"Selain itu beliau juga tidak  suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekat, kita dukung reformasi Polri secara kultural," kata Habiburokhman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)