Prancis Desak Pertemuan DK PBB Usai Serangan Israel ke Pasukan TNI di UNIFIL

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. Foto: Anadolu

Prancis Desak Pertemuan DK PBB Usai Serangan Israel ke Pasukan TNI di UNIFIL

Fajar Nugraha • 31 March 2026 15:21

New York: Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Senin 30 Maret 2026 mengutuk serangan Israel baru-baru ini terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, dan menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

“Prancis mengutuk sekeras-kerasnya penembakan yang menyebabkan kematian seorang penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia pada 29 Maret dan melukai tiga anggota Pasukan lainnya, serta ledakan yang menyebabkan kematian dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya pada 30 Maret dan melukai dua anggota Pasukan lainnya,” kata Menlu Barrot dalam sebuah pernyataan melalui, X.

“Serangan semacam itu di sekitar posisi penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan. Prancis menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan solidaritasnya kepada Indonesia, serta mendoakan kesembuhan yang cepat bagi personel yang terluka. Prancis menyerukan agar kejelasan penuh ditetapkan mengenai keadaan tragedi ini,” kata Menlu Barrot, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 31 Maret 2026.

Barrot juga mengutuk insiden yang melibatkan kontingen Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) Prancis di daerah Naqoura.

“Ancaman terhadap keamanan dan tindakan intimidasi oleh tentara Israel terhadap personel PBB ini tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan, terutama karena prosedur dekonflik telah dihormati. Kecaman ini telah disampaikan dengan tegas kepada duta besar Israel di Paris,” ucap Barrot. Ia mendesak semua pihak untuk menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan untuk memastikan keselamatan personel PBB.

“UNIFIL harus dapat sepenuhnya melaksanakan mandatnya dan menjalankan kebebasan bergerak sepenuhnya,” kata Barrot.

UNIFIL mengatakan dua pasukan penjaga perdamaian tewas pada hari Senin “ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka” di dekat desa Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)