Menatap Langit Menteng Atas yang Tertutup Kesemrawutan Kabel

Pemandangan langit di kawasan pemukiman padat Menteng Atas, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Menatap Langit Menteng Atas yang Tertutup Kesemrawutan Kabel

Metro TV • 13 September 2026 20:04

Jakarta: Pemandangan langit di kawasan pemukiman padat Menteng Atas, Jakarta Selatan, tak lagi leluasa dinikmati. Juntaian dan gulungan kabel yang berseliweran tak beraturan ditambah maraknya sambungan internet mandiri, kian menyelimuti sudut-sudut gang sempit dan menebar rasa cemas bagi warga setempat.

“Sebelah kiri itu setahu saya kabel Wi-Fi, ini yang kecil-kecil, kurang enak dilihat,” ujar seorang pedagang, Wiyoko, saat ditemui Metrotvnews.com di kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan, Minggu, 13 September 2026.
 


Pedagang yang sehari-hari mangkal di sekitar Jalan Kencana ini menuturkan, pemandangan semrawut tersebut kian diperparah oleh munculnya bentangan kabel penyedia layanan internet mandiri. Kepadatan pemukiman pun makin terasa menyesakkan lantaran penambahan sambungan baru kerap dilakukan tanpa mengindahkan kerapian bentangan kabel lama.

Kondisi tersebut bukan cuma merusak estetika lingkungan, melainkan juga menumpuk beban pada tiang-tiang penyangga di sepanjang gang pemukiman.

“Soalnya kan di sini juga banyak kabel-kabel Wi-Fi pada narik-narik lagi kabel. Tarik, tarik, terus tarik. Kebayang aja jadi semrawut gitu kan,” ungkap salah seorang warga Jalan Menteng Wadas, Mutia.


Pemandangan langit di kawasan pemukiman padat Menteng Atas, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Di balik riuhnya aktivitas warga, ada kekhawatiran mendalam yang terpendam. Bayang-bayang bahaya seperti korsleting listrik hingga potensi kebakaran sewaktu-waktu mengintai keselamatan penghuni pemukiman padat tersebut.

“Khawatir banget pasti, apa lagi kalau sampai korsleting listrik, semoga segera dibenarkan,” tutur Mutia.

Kini, warga Menteng Atas hanya bisa berharap adanya penataan jaringan kabel secara menyeluruh dari pihak terkait. Penataan yang serius tak sekadar mengembalikan kerapian wajah kota, tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat yang tinggal di bawah cengkeraman lautan kabel.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan Rp90 miliar untuk penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Penataan kabel sepanjang 16,9 kilometer itu mencakup 10 ruas jalan utama di Ibu Kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, saat mengunjungi lokasi pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2026.

“Izin, Pak Gubernur. Iya, jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar,” ujar Heru.

Pramono Anung menjelaskan pengerjaan proyek penataan kabel ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025. Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga juga menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta pihak swasta.

Ia menargetkan penurunan seluruh kabel udara sepanjang kurang lebih 6.500 kilometer ke bawah tanah dapat rampung dalam waktu lima tahun ke depan.

“Tetapi kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan. Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama, karena payung hukumnya sudah ada,” kata Pramono.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)