Peringatan 100 Hari Wafatnya PB XIII, KGPH Mangkubumi Teruskan Takhta

Peringatan 100 hari wafatnya Pakubuwono XIII di Sasana Handrawina. Metrotvnews.com/Triawati

Peringatan 100 Hari Wafatnya PB XIII, KGPH Mangkubumi Teruskan Takhta

Triawati Prihatsari • 9 February 2026 20:01

Solo: Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menggelar peringatan 100 hari wafatnya Pakubuwono XIII di Sasana Handrawina, Senin, 9 Februari 2026. Upacara peringatan digelar siang hari agar tidak melewati perhitungan. 

"Hari ini pas (tepat) 100 hari (wafatnya PB XIII). Makanya saya minta siang hari ini supaya tidak lewat hari. Kalau sudah lewat jam 3 hitungan Jawa sudah hari yang lain," ujar Ketua LDA Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, di Solo. 

Ia berharap peringatan 100 hari wafatnya Pakubuwono XIII ini membawa kebaikan untuk Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan penerus Pakubuwono XIII adalah putra laki-laki sulung yakni KGPH Hangabehi atau Bendoro Raden Mas Suryo Suharto atau Mangkubumi
 


Menurutnya, penerus anak laki-laki tertua karena Pakubuwono XIII tidak memiliki permaisuri. Ia menekankan, permaisuri raja harus memenuhi persyaratan di antaranya masih gadis saat menikah dan keturunan ningrat.

"Terutama siapa yang jumeneng nata setelah PB XIII wafat. Di mana sentana, dan abdi dalem sudah menyampaikan ditanggal 13 November kemarin adalah Gusti Hangabehi atau Suryo Suharto yang putra laki-laki tertua. Sinuhun tidak mempunyai permaisuri. Karena untuk jadi permaisuri kami sampaikan jelas bahwa syarat-syaratnya itu pertama harus perawan, kedua masih ada keturunan ke-4 dari Sinuhun yang ada di sini atau Sinuhun atau Sultan," beber Gusti Moeng. 


Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari


Sementara itu, terkait upacara Jumenengan Pakubuwono XIV Mangkubumi, lanjutnya, masih dalam pembahasan. Jumenengan tidak bisa langsung dilaksanakan. 

"Seperti yang kami lakukan dan kami persiapkan dan saya sampaikan jumenengan memang berat untuk masa sekarang terutama syarat-syarat yang harus dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Tidak hari ini sedo terus selanjutnya berjalan begitu saja. Yang utama rembug dari kesepakatan sentana dalem seluruhnya dan abdi dalem. Karena Sinuhun di Keraton Solo adalah meneruskan dinasti Mataram, yang mana itu sudah ada paugeran atau konstitusinya yang harus dipenuhi," jelas Gusti Moeng. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)