Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak pada Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Silvana Febiari • 11 February 2026 14:23

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami lima kali erupsi, Rabu pagi, 11 Februari 2026. Tinggi letusannya mencapai 400 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

"Erupsi dengan letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis, seperti dilansir Antara.
 


Gunung Semeru mengalami erupsi kelima pada pukul 08.06 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.

Saat ini, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, salah satunya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). 


Gunung Semeru kembali erupsi dengan menyemburkan letusan setinggi 900 meter di atas puncak pada Senin malam, 9 Februari 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab, wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)