Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Teramati Setinggi 900 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi dengan menyemburkan letusan setinggi 900 meter di atas puncak pada Senin malam, 9 Februari 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Teramati Setinggi 900 Meter

Silvana Febiari • 9 February 2026 22:55

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi. Letusan tercatat setinggi 900 meter di atas puncak pada Senin malam, 9 Februari 2026.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 9 Februari 2026, pukul 18.32 WIB," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, seperti dilansir Antara.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.
 


Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi. Salah satunya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, atau sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab, berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.


Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 4 Februari 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi PVMBG terkait jarak aman dari bencana erupsi Gunung Semeru.

"Kami sudah melakukan pemasangan CCTV dan sirine sebagai early warning sistem (EWS), sehingga masyarakat yang mendengar sirine tersebut bisa melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang aman saat bencana Semeru datang sewaktu-waktu," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)