Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla meninjau kesiapan calon pekerja migran di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kementerian P2MI)
KP2MI Perkuat Kompetensi Calon Pekerja Migran Berstandar Global
Patrick Pinaria • 10 April 2026 08:21
Bekasi: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperkuat kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar mampu bersaing di pasar global. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program strategis peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla saat meninjau PT Wihe Yeon Gyo Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 9 April 2026.
Dalam kunjungannya, Dzulfikar menyebut sejumlah Calon Pekerja Migran Indonesia telah menyelesaikan tahap akhir pelatihan (upskill) dan dinyatakan siap 100 persen untuk ditempatkan di Korea Selatan.
"Saat ini, mereka sudah berada di tahap akhir pelatihan dan siap diberangkatkan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas tenaga kerja kita sesuai standar global," ujar Dzulfikar.

Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla (kiri). (Foto: Dok. Kementerian P2MI)
Ia menegaskan peningkatan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, menaruh perhatian besar pada penguatan keterampilan teknis (hard skills) seperti welder, perawat, hingga sektor hospitality, serta kemampuan dasar dan penguasaan bahasa.
"Bapak Presiden sangat konsen terhadap peningkatan skill dasar dan bahasa. Melalui program 'SMK Go Global', kita memastikan calon pekerja mendapatkan pelatihan yang layak dan berkualitas," kata Dzulfikar.
Dzulfikar juga menyoroti keunggulan pekerja migran Indonesia di kancah internasional, terutama dalam hal sikap dan etos kerja. Berdasarkan pengalamannya meninjau beberapa negara Eropa seperti Slovakia dan Polandia, Pekerja Migran mendapat apresiasi tinggi dari pemberi kerja.
Baca Juga :
Menteri Mukhtarudin Puji 'Namaste 21', Bukti Nyata Kesuksesan Pekerja Migran Purna Membuka Lapangan Kerja
Menurutnya, terdapat tiga keunggulan utama Pekerja Migran, yakni sikap yang baik dalam berkomunikasi, solidaritas antarpekerja yang kuat, serta etos kerja tinggi, termasuk kedisiplinan dan kesiapan bekerja lembur.
"Ini yang membuat kita dihargai. Bahkan di Bratislava, gaji welder bisa mencapai Rp60 juta hingga Rp80 juta per bulan," jelasnya.
Ia pun mendorong para calon Pekerja Migran tidak hanya bekerja, tetapi juga menyerap ilmu dan pengalaman selama di luar negeri untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat saat kembali ke Tanah Air.
"Jangan hanya bekerja, tapi serap ilmunya. Kita harapkan ke depan akan lahir lebih banyak tenaga terlatih dari transfer pengetahuan ini," imbuhnya.
Di akhir arahannya, Dzulfikar menegaskan bahwa menjadi pekerja migran merupakan tugas mulia karena berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan peningkatan devisa negara.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mengutamakan pelindungan bagi seluruh pekerja migran Indonesia," pungkas Dzulfikar.