Alih Fungsi Lahan di Jawa Tengah Capai Puluhan Ribu Hektare

Lahan persawahan di sepanjang ruas jalan Semarang-Grobogan terancam beralih fungsi, setelah sebagian di antaranya berdiri pabrik besar. (MI/Akhmad Safuan)

Alih Fungsi Lahan di Jawa Tengah Capai Puluhan Ribu Hektare

Media Indonesia • 7 April 2026 18:58

Semarang: Sekitar 79 ribu hektare lahan pertanian di Jawa Tengah telah beralih fungsi dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sepanjang tahun 2025, alih fungsi lahan mencapai 17 ribu hektare.

"Saya mencatat ada 79 ribu hektare lahan pertanian di Jawa Tengah telah beralih fungsi dalam kurun waktu lima tahun terakhir," kata Anggota DPD RI Abdul Kholik, dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 7 April 2026. 

Dampaknya, puluhan hektare lahan pertanian di provinsi ini telah beralih fungsi hingga mengancam swasembada pangan. Terlebih wilayah Jawa Tengah telah menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional.
 


Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, terakhir diketahui ada sembilan daerah di Jawa Tengah kembali mengajukan pembangunan kawasan industri yakni  Kabupaten Rembang, Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Kebumen.

Terjadinya alih fungsi lahan pertanian tersebut, kata Abdul Kholik, dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan pangan di Jawa Tengah. Ia menyampaikan diperlukan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat jika Jawa Tengah ingin dijadikan sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Tetapi di sisi lain, juga berpotensi mempercepat alih fungsi lahan pertanian. 

“Nanti kalau ada tambahan sembilan kawasan industri itu bisa dibayangkan berapa percepatan alih fungsi lahan ini,” tambahnya.


Lahan persawahan di sepanjang ruas jalan Semarang-Grobogan terancam beralih fungsi, setelah sebagian di antaranya berdiri pabrik besar. (MI/Akhmad Safuan)


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavarez mengungkapkan potensi produksi beras di Jawa Tengah hilang sebesar 191.297 ton akibat terjadinya alih fungsi lahan pertanian ini. Dalam menghadapi kondisi ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi lintas sektoral agar target swasembada pangan tetap tercapai.

Pada triwulan pertama 2026, produksi beras di Jawa Tengah telah mencapai 39,4 persen (4,16 juta ton) dari target produk gabah kering giling (GKG) mencapai 10,5 juta ton. "Kami terus kejar target itu dengan program bantuan benih dan sarana produksi padi seluas 47,2 ribu hektare," tambahnya.

Selain produksi beras, Pemprov Jawa Tengah juga menggenjot produksi jagung. Saat ini produksi Jagung mencapai 984.959 ton (26,6 %) dari target 3,7 juta ton, bawang merah telah mencapai 144 705 ton (23,4 %) dari target 617.015 ton dan cabai 80.892 ton (17,72 %) dari target 456.621 ton.

"Menggenjot pencapaian target itu, Pemprov Jawa Tengah melakukan berbagai langkah di antaranya bantuan sarana produksi jagung seluas 3.200 hektare, kedelai 3 ribu hektare, cabai 310 hektare dan bawang merah 25 hektare," ujar Defransisco. (MI/Akhmad Safuan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)