Logo Hari Santri 2026 dan Rangkaian Acara Resmi dari Kemenag

Foto: Kemenag

Logo Hari Santri 2026 dan Rangkaian Acara Resmi dari Kemenag

Putri Purnama Sari • 20 October 2026 15:37

Jakarta: Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Pada 2026, Kementerian Agama (Kemenag) mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” untuk menegaskan peran santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa.

Tak hanya itu, Kemenag juga resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian acara Hari Santri 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang kembali kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menyoroti peristiwa 22 Oktober 1945 yang berkaitan dengan Resolusi Jihad. Menurut Nasaruddin, seruan tersebut menunjukkan besarnya peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa.

Dilansir dari Kementerian Agama, rangkaian Hari Santri 2026 berlangsung pada September hingga Oktober. Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari program bagi santri, penghargaan pesantren, perkemahan, forum akademik, hingga pameran produk pesantren.

Tema Hari Santri 2026

Hari Santri 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi identitas peringatan Hari Santri tahun ini dan digunakan dalam berbagai agenda yang disiapkan Kemenag. Melalui tema ini, santri dan pesantren ditempatkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Makna Logo Hari Santri 2026

Logo Hari Santri 2026 mengusung konsep anyaman atau ikatan dinamis. Bentuk tersebut menggambarkan kebersamaan, persatuan, serta keberlanjutan perjuangan santri dalam menghadapi tantangan zaman.

Jalinan pada logo merepresentasikan hubungan antara santri, pesantren, dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan, seperti filosofi sapu lidi.

Dua lingkaran yang saling menyimpul melambangkan dua pijakan kehidupan santri, yaitu nilai keagamaan sebagai landasan moral dan kesadaran bernegara sebagai ruang pengabdian kepada bangsa.

Sementara itu, bagian bawah logo menjadi simbol pondasi. Lingkaran paling atas atau lingkaran cita menggambarkan harapan dan pandangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Logo Hari Santri 2026 menggunakan warna biru toska dan keemasan. Warna biru toska merepresentasikan keterbukaan, ketenangan, dan semangat pembaruan. Adapun warna keemasan melambangkan cita-cita, pencapaian, serta arah menuju Indonesia Emas.

Kemenag menyediakan logo resmi Hari Santri 2026 untuk kebutuhan publikasi dan berbagai kegiatan peringatan. Logo tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut:

Unduh logo Hari Santri 2026: https://drive.google.com/drive/folders/1y_fj2w4wbBHerCcZcA2RdeG_kBADWx_P

Jadwal dan Rangkaian Acara Hari Santri 2026

Kemenag menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri 2026. Berikut jadwal dan penjelasan setiap agenda.

1. Surat Santri untuk Presiden

Jadwal: 22 September–8 Oktober 2026

Surat Santri untuk Presiden memberikan kesempatan kepada santri untuk menyampaikan gagasan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Peserta dapat memilih satu dari tiga tema, yaitu pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, atau harapan untuk kesejahteraan rakyat.

Pemenang diumumkan pada 8 Oktober 2026 dan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri. Surat terbaik kemudian disampaikan kepada Presiden Prabowo.

2. Pesantren Award

Jadwal: 22 September–24 Oktober 2026

Pesantren Award merupakan penghargaan bagi pihak yang berkontribusi dalam penguatan pesantren. Salah satu penerimanya adalah kepala daerah yang dinilai aktif mendukung pesantren.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan bahwa penghargaan tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri 2026.

“Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren. Penghargaan tersebut nantinya akan diberi nama Pesantren Award,” ujar Basnang.

3. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara

Jadwal: 30 September–6 Oktober 2026 | Lokasi: Kabupaten Malang

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara mempertemukan santri dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga menghadirkan pendekatan baru dalam aktivitas kepramukaan di lingkungan pesantren.

Nasaruddin mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun semangat baru sekaligus menghadirkan pendekatan berbeda dalam kegiatan kepramukaan santri.

“Insyaallah kita rencanakan nanti tanggal 30 September sampai 6 Oktober. Jadi, kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan,” kata Nasaruddin.

4. Santri Vision

Jadwal: 2–20 Oktober 2026

Santri Vision menjadi ruang bagi santri untuk menampilkan karya dalam berbagai bidang, mulai dari penulisan, kebijakan, komunikasi ilmiah, seni, media digital, hingga teknologi.

Program ini mencakup tiga kategori:
  • Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy).
  • Audio-Visual, Seni Visual, dan Media Digital (Audio-Visual & Creative Media).
  • Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Technology).
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyoroti penelitian seorang peneliti asal Inggris mengenai pendidikan pesantren. Menurutnya, penelitian itu memandang pendidikan pesantren sebagai model pendidikan yang maju.

“Seorang peneliti dari Inggris mengagetkan saya juga bahwa setelah melakukan penelitian tentang tradisi Pesantren, dia berkesimpulan bahwa justru konsep pendidikan Pesantren itu adalah model pendidikan yang paling canggih, sophisticated school,” ungkap Nasaruddin.

5. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren

Jadwal: 8–9 Oktober 2026

Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren merupakan forum untuk membahas arah pengembangan pesantren melalui penyusunan peta jalan atau road map pesantren ke depan.

“Nanti teman-teman pesantren akan mencoba menciptakan semacam road map, peta jalan Pondok Pesantren ke depan,” ujar Nasaruddin.

Kegiatan ini juga melibatkan pemerintah daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota dari daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren.

Basnang mendorong daerah yang belum memiliki peraturan daerah tentang pesantren agar segera menyusunnya guna mendukung pelaksanaan program-program pesantren.

“Untuk provinsi-provinsi lain yang belum memiliki perda, tentu kita berharap mereka dapat segera menyusunnya sebagai langkah untuk mendukung pelaksanaan program-program pesantren,” kata Basnang. 6. Mu'tamad Santri


Foto: Kemenag

Jadwal: 14–15 Oktober 2026

Mu'tamad Santri merupakan forum akademik yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan pesantren, kerja sama internasional, dan pengembangan pesantren agar memiliki daya saing global.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida atau hybrid, dengan sekitar 250 peserta hadir secara langsung dan 500 peserta mengikuti kegiatan secara daring.

7. Festival Sarung dan Peci Santri

Jadwal: 16 Oktober 2026

Festival Sarung dan Peci Santri mengangkat sarung dan peci sebagai identitas pesantren sekaligus bagian dari budaya Indonesia.

Nasaruddin mengatakan, pesantren dapat terus berkembang tanpa harus meninggalkan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitasnya.

“Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia. Itulah Pondok Pesantren,” ujarnya.

8. Expo Kemandirian Pesantren

Jadwal: 16–24 Oktober 2026 | Lokasi: Lapangan Banteng, Jakarta

Expo Kemandirian Pesantren menampilkan berbagai produk usaha pesantren, mulai dari makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, hingga produk lainnya.

Basnang mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan usaha pesantren yang telah menerima bantuan inkubasi. Sepanjang 2021–2025, sebanyak 4.185 pesantren menerima bantuan inkubasi. Sebagian di antaranya kemudian mengembangkan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES).

“Ini penting karena sejak tahun 2021 sampai 2025 ada 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Dari 4.185 pesantren tersebut, kemudian bertransformasi menjadi BUMPES, Badan Usaha Milik Pesantren. Inilah yang nanti kira-kira akan kita minta untuk memamerkan produk-produknya,” ujar Basnang.

Produk yang dipamerkan mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta berbagai produk lain hasil usaha pesantren. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan produk pesantren kepada masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi.

9. Upacara Hari Santri

Jadwal: 22 Oktober 2026

Upacara Hari Santri menjadi agenda utama yang digelar pada tanggal peringatan Hari Santri. Nasaruddin mengatakan, upacara tersebut akan terus menjadi bagian dari tradisi peringatan setiap tahun.

“Upacara Hari Santri, yang nanti kita akan tradisikan itu. Setiap tanggal 22 Oktober itu kita peringati sebagai Hari Santri,” ujarnya.

10. Malam Bakti Santri untuk Negeri

Jadwal: 24 Oktober 2026 | Lokasi: Istora Senayan, Jakarta

Malam Bakti Santri untuk Negeri dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Kemenag berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Basnang mengatakan, undangan kepada Presiden akan disampaikan melalui Menteri Agama.

“Dalam minggu-minggu ini kami akan menyampaikan surat kepada beliau, tentu melalui Pak Menteri Agama, untuk mengundang Bapak Presiden agar hadir dalam Malam Bakti Pesantren untuk Negeri,” ujar Basnang.

Hari Santri 2026 Jadi Momentum Penguatan Pesantren

Rangkaian Hari Santri 2026 mencakup berbagai aspek kehidupan pesantren, mulai dari ruang bagi santri untuk menyampaikan gagasan, pengembangan karya, peningkatan mutu pendidikan, hingga penguatan kemandirian ekonomi.

Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini menegaskan peran santri dan pesantren dalam perjalanan Indonesia menuju cita-cita pembangunan 2045.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)