Pencucian kereta api. Foto: Laman resmi PT KAI.
Intip Proses dan Standar Pencucian Kereta Api oleh PT KAI
Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 07:30
Jakarta: Kebersihan merupakan faktor krusial dalam menghadirkan kenyamanan bagi para pengguna jasa transportasi publik. Demi menjaga aspek tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara rutin melakukan pencucian seluruh rangkaian kereta api sebelum dioperasikan untuk melayani penumpang.
Proses pencucian dilakukan setiap hari saat rangkaian kereta berada dalam posisi parkir (stabling) sebelum jam operasional dimulai. Pengerjaan pembersihan mencakup bagian interior dan eksterior yang melibatkan 10 hingga 12 tenaga profesional, disesuaikan dengan panjang rangkaian kereta.
Dikutip dari laman PT KAI pada Minggu, 27 September 2026, untuk satu kali proses pencucian, petugas membutuhkan waktu rata-rata tiga hingga empat jam menggunakan peralatan dan bahan pembersih sesuai standar operasional.
Seluruh jenis kereta menjalani prosedur ini secara berkala. Mulai dari kereta penumpang jarak jauh, KA lokal, kereta bagasi, kereta makan, hingga kereta khusus seperti tipe luxury, panoramic, compartment, rail clinic, dan rail library.
Pembersihan eksterior dimulai dari bagian atap, dinding, hingga area bawah box toilet. Sementara untuk interior, pembersihan meliputi plafon, dinding, aksesori, lantai, bordes, serta toilet guna memastikan area bebas debu, noda, bau, dan karat.
Dalam prosesnya, KAI memanfaatkan air tanah sumur bor yang telah melalui sistem penyaringan (water treatment plant). Kualitas air juga diuji secara laboratorium berkala untuk memastikan standar kebersihan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.

Pencucian kereta api. Foto: Laman resmi PT KAI.
Selain itu, KAI berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan bahan kimia pembersih yang dilengkapi Material Safety Data Sheet (MSDS).
Pembersihan interior menggunakan floor cleaner, glass cleaner, dust cleaner, dan multipurpose cleaner, sedangkan bagian eksterior menggunakan sampo khusus dengan tingkat keasaman netral (pH 6–8) agar tidak merusak material stainless steel. Seluruh limbah hasil pencucian kemudian dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sebelum kereta siap diberangkatkan, tim pengawas UPT Kebersihan dan Fasilitas Pelayanan melakukan pemeriksaan akhir menggunakan daftar pemantauan (checklist) ketat. Untuk mengoptimalkan proses pembersihan, KAI kini menerapkan inovasi alat high-pressure jet cleaner serta mengkaji penggunaan teknologi Automatic Train Wash (ATW) di sejumlah depo stabling.