Ilustrasi kapal tenggelam. (MI/Marianus Marselus)
Kapal Tenggelam di Berau, Enam Orang Hilang
Lukman Diah Sari • 27 October 2025 08:32
Balikpapan: Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari berbagai unsur hingga Senin, 27 Oktober 2025, masih melakukan pencarian terhadap enam nelayan yang dilaporkan hilang. Sebelumnya kapal yang ditumpangi enam nelayan itu tenggelam di perairan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
"KM Mina Maritim 148 tenggelam setelah diterjang ombak tinggi yang mengakibatkan sebagian awak kapal terlempar ke laut," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Dody Setiawan di Balikpapan, Senin, 27 OKtober 2025, melansir Antara.
Dari total 14 orang yang berada di atas kapal, delapan di antaranya berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Korban yang selamat atas nama Amran, Hardiansyah, Rahmadi, Rahmat, Rahman, Romi, Sabaran, dan Syahril. Sedangkan korban yang masih belum ditemukan adalah Saharuddin, Kaharuddin, Irwan, Rizal, Basri, dan Sumailah.

Personel Tim SAR sedang melakukan persiapan untuk melakukan pencarian korban tenggelam di Kabupaten Berau. ANTARA/HO-KPP Balikpapan
Pelaksanaan operasi SAR hari pertama pada Minggu, 26 Oktober 2025, dimulai pada pukul 13.25 Wita, setelah Pos SAR Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat informasi kapal tenggelam. Pada bari pertama pencarian, tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan peralatan SAR air dan melakukan pencarian visual maupun penyelaman terbatas.
Operasi SAR juga melibatkan unsur potensi dari berbagai instansi, yaitu Tim Rescue Pos SAR Sangatta, Pos Angkatan Laut Berau, BPBD Berau, Satpolair Polres Berau, Ditpolair Berau, serta bantuan dari para nelayan setempat yang turut memberikan dukungan dan informasi di lapangan. Tim SAR gabungan melanjutkan operasi hari kedua ini dengan memperluas area pencarian. Hingga saat ini, seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memastikan upaya pencarian berjalan maksimal dan seluruh korban dapat segera ditemukan.
"Kolaborasi lintas sektor tersebut tentu menjadi kekuatan utama bagi kami dalam upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih belum ditemukan," kata Dody.