Bendera Rusia. (Anadolu Agency)
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Unilateral di Ukraina Jelang Hari Kemenangan
Willy Haryono • 5 May 2026 15:24
Moskow: Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak di Ukraina selama Jumat dan Sabtu untuk memperingati 81 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Namun, Rusia memperingatkan akan membalas jika Ukraina mengganggu perayaan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pihaknya siap merespons dengan langkah serupa. Ia mengatakan Ukraina akan mulai mematuhi gencatan senjata sejak pukul 00.00 Rabu, 6 Mei 2026, meski tidak menyebutkan batas waktu berakhirnya.
Pengumuman ini muncul saat Rusia bersiap menggelar parade militer Hari Kemenangan (Victory Day) di Lapangan Merah, Moskow. Perayaan tahun ini berlangsung dengan pengamanan ketat dan skala lebih kecil karena kekhawatiran serangan drone dari Ukraina.
Dilansir dari media NPR, Selasa, 5 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan melancarkan serangan rudal besar-besaran ke pusat Kyiv jika perayaan diganggu. Peringatan juga disampaikan kepada warga sipil dan staf diplomatik asing untuk segera meninggalkan kota.
Menanggapi hal tersebut, Zelenskyy menegaskan peluang gencatan senjata masih terbuka jika kedua pihak serius menghentikan konflik. “Masih realistis untuk memastikan gencatan senjata dapat diberlakukan,” ujarnya, seraya mendesak Kremlin mengambil langkah nyata mengakhiri perang.
Ia juga menilai Rusia menghadapi tekanan keamanan internal. Dalam pernyataannya di forum internasional, Zelenskyy mengatakan, “Ini menunjukkan mereka tidak cukup kuat sekarang, sehingga tekanan melalui sanksi harus terus dilakukan.”
Hari Kemenangan menjadi salah satu perayaan penting di Rusia yang menandai kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Presiden Rusia Vladimir Putin selama ini memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan kekuatan militer dan membangun dukungan domestik.
Namun tahun ini, parade di Moskow tidak menampilkan tank, rudal, maupun perlengkapan militer berat untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade. Beberapa parade di daerah lain juga dibatalkan atau dikurangi skalanya demi alasan keamanan.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung selama lebih dari empat tahun. Sejumlah upaya gencatan senjata sebelumnya, termasuk saat Paskah Ortodoks, dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap jalannya konflik. (Keysa Qanita)
Baca juga: Serangan Drone Terbesar Hantam Leningrad Rusia, Bandara St. Petersburg Terganggu