Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews
Rerie Dorong Transformasi Pendidikan Hadapi Tuntutan Perkembangan Zaman
Muhamad Marup • 6 May 2026 18:21
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie), mendorong sektor pendidikan untuk terus bertransformasi. Menurutnya, hal ini penting untuk menghadapi tuntutan perkembangan zaman.
"Saat ini, kita seperti berada pada persimpangan, ketika filosofi pendidikan nasional belum tuntas diterjemahkan dalam kurikulum pembelajaran, kita menghadapi berbagai tantangan zaman yang menuntut transformasi sejumlah sistem yang ada," kata Rerie sebagai pembuka diskusi daring bertema Dilema Pendidikan Masa Depan dan Masa Lalu: Ke Mana Arah Pendidikan Indonesia? yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pentingnya memperkuat semangat kolektif untuk menata pendidikan nasional. Dengan demikian, pendidikan dapat melahirkan anak bangsa yang kompeten, berpikir kritis, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Lestari menilai, sistem pendidikan nasional tidak bisa diterapkan dengan didasari logika pasar semata. Menurutnya, sistem pendidikan nasional harus diterapkan dalam kerangka yang lebih luas yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanatkan konstitusi.
"Semua pihak terkait mampu menerapkan sistem pendidikan dalam kerangka yang tepat," jelas anggota Komisi X DPR RI itu.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, perubahan tuntutan zaman saat ini/ tidak semata membutuhkan sistem pendidikan yang mengedepankan sisi akademis dan kompetensi semata.
"Tetapi juga sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang memiliki karakter, dan memahami nilai-nilai budaya serta kebangsaan yang kuat," ucapnya.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Melani Budianta berpendapat, pihaknya tidak ingin ada reduksi pendidikan hanya demi pasar dan industri. Pendidikan saat ini harus mampu melahirkan anak bangsa yang mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Saat ini, ujar Melani, sedang terjadi transformasi multidimensi di berbagai sektor seperti antara lain pada lingkungan hidup, migrasi urban, transformasi digital, dan krisis kohesi sosial. Di sisi lain, masyarakat kita saat ini rentan terhadap berbagai dampak transformasi tersebut.
"Sistem pendidikan saat ini kehilangan roh dalam membangun ingatan kolektif dan warisan budaya kepada peserta didik yang sangat penting dalam membangun karakter mereka," tuturnya.
Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI Mukhamad Najib mengungkapkan, dari jumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, upaya mewujudkan visi Indonesia 2045 cukup serius. Namun, sangat disayangkan, ujar dia, perguruan tinggi yang ada saat ini sebagian besar belum memiliki kualitas yang memadai.
Ia menilai, perguruan tinggi di Indonesia masih sebagai teaching university, belum sepenuhnya menjadi riset university.
"Butuh upaya yang masif untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi nasional agar mampu mengantisipasi tantangan zaman," terangnya.