Pemerintah Pastikan Madrasah Negeri Masuk Pendidikan Gratis

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: BPMI Setpres.

Pemerintah Pastikan Madrasah Negeri Masuk Pendidikan Gratis

M Ilham Ramadhan Avisena • 24 September 2026 01:33

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan kebijakan pendidikan gratis yang dibahas pemerintah tidak hanya menyasar sekolah umum. Program tersebut juga akan berlaku bagi madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

"Apa yang berlaku di sekolah, juga berlaku di bawah Kementerian Agama yaitu madrasah negeri," kata Nasaruddin usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu, 23 September 2026.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan surat keputusan (SK) mengenai pembentukan satu direktorat jenderal baru yang secara khusus menangani pondok pesantren. Lembaga tersebut bernama Direktorat Jenderal Pesantren.

"Tadinya pesantren itu hanya subordinasi dari Pendidikan Islam. Sekarang menjadi Direktorat tersendiri," ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, Dirjen Pesantren juga telah dilantik empat hari sebelum pernyataannya tersebut. Dengan berdirinya unit khusus itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih terarah terhadap perkembangan pondok pesantren.

Menurut Nasaruddin, keberadaan Ditjen Pesantren akan membuka ruang bagi pesantren untuk memperoleh dukungan dan perhatian lebih besar dari pemerintah. Ia menilai pembentukan lembaga tersebut dapat menjadi langkah awal bagi hadirnya sejumlah kebijakan baru yang memberikan manfaat bagi pesantren.

"Dan dengan demikian pondok pesantren akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah," kata Nasaruddin.


Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di madrasah. Foto: MI/Panca Syurkani.

Nasaruddin berharap perubahan struktur tersebut membawa dampak positif bagi pesantren ke depan. Pemerintah, kata dia, diharapkan dapat menghadirkan berbagai hal baru yang mendukung pesantren dibandingkan kondisi sebelumnya.

"Dan selanjutnya, diharapkan ke depan pondok pesantren itu mendapatkan hal-hal positif baru dibanding sebelumnya," ucap Nasaruddin.

(Gabriella Thesa Widiari)