Palestina Minta Rusia Berperan Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

Palestina berharap Rusia memainkan peran lebih besar dalam mendorong perdamaian Timur Tengah. (Anadolu Agency)

Palestina Minta Rusia Berperan Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

Willy Haryono • 25 July 2026 18:07

Moskow: Palestina berharap Rusia memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Menurut Menteri Ekonomi Palestina Mohammed al-Amour, Moskow tetap menjadi salah satu aktor utama yang memiliki pengaruh dalam proses penyelesaian konflik di kawasan.

"Rusia adalah salah satu peserta utama dan berpengaruh dalam proses perdamaian, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga secara global. Oleh karena itu, kami sangat berharap perannya semakin diperkuat pada tahap saat ini," kata al-Amour dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dikutip Antara pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Al-Amour mengatakan Rusia memiliki pengaruh yang dapat membantu mendorong terwujudnya perdamaian, termasuk melalui hubungan yang dimilikinya dengan Israel. Ia juga mengapresiasi dukungan politik dan ekonomi yang selama ini diberikan Rusia kepada Palestina, serta peran Moskow dalam memfasilitasi dialog antar-faksi Palestina.

Menurut al-Amour, Otoritas Palestina saat ini berupaya memperkuat kembali hubungan dengan Rusia dan negara-negara lain di tengah dinamika kawasan yang terus berkembang. Ia berharap Rusia dapat terus memberikan dukungan politik maupun ekonomi kepada Palestina.

Hukum Internasional

Mengenai Dewan Perdamaian untuk Gaza, al-Amour menilai lembaga tersebut belum menunjukkan kemajuan yang berarti sejak dibentuk sehingga hasil kerja dan prioritasnya perlu dievaluasi. Ia juga mengatakan persoalan Palestina tetap menjadi akar utama ketegangan di Timur Tengah dan hanya dapat diselesaikan melalui proses politik berdasarkan mekanisme internasional.

Menurut al-Amour, rakyat Palestina berhak mendirikan negara merdeka. Namun, ia menuduh Israel menolak pendekatan tersebut dan mengabaikan berbagai kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

Ia menambahkan Palestina akan terus mengandalkan dukungan masyarakat internasional serta penerapan hukum internasional dalam upaya penyelesaian konflik.

Rusia selama ini menyatakan penyelesaian konflik Israel-Palestina harus didasarkan pada solusi dua negara sebagaimana ditetapkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni pembentukan negara Palestina yang merdeka dalam perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Baca juga:  Menlu Rusia Sebut Palestina Sengaja Dilupakan di Tengah Eskalasi AS-Israel vs Iran

(Willy Haryono)