Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Melejit hingga Nyaris USD90/Barel
Husen Miftahudin • 21 July 2026 07:57
Houston: Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Senin waktu setempat di tengah meningkatnya risiko geopolitik akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan yang terus memanas mendorong kenaikan harga minyak mentah, dengan Brent semakin mendekati level USD90 per barel.
Mengutip Xinhua, Selasa, 21 Juli 2026, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus naik 74 sen atau 0,9 persen menjadi USD83,23 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak September sebagai acuan harga minyak global meningkat USD1,12 atau 1,27 persen menjadi USD89,22 per barel di London ICE Futures Exchange.
Sentimen positif di pasar energi dipicu meningkatnya konflik antara Washington dan Teheran. Ketegangan meningkat setelah militer AS melanjutkan operasi udara terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan terhadap sejumlah infrastruktur penting milik sekutu AS di kawasan Teluk.
Mengutip Investing.com, serangan udara AS telah berlangsung selama 10 hari berturut-turut. Pada Minggu, Komando Pusat AS melaporkan tiga personel militernya tewas akibat serangan Iran.
Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar mahal atas pembunuhan itu! Arahan ini telah disampaikan kepada Menteri Perang, Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan, Daniel Caine, dan setiap Pemimpin di Militer, tulis Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Baca Juga :
Harga Minyak Melonjak, Brent Tembus USD90/Barel
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Perdamaian sementara terancam berakhir
Hubungan kedua negara kembali memburuk setelah Iran dilaporkan menghentikan komitmennya terhadap perjanjian perdamaian sementara yang disepakati pada pertengahan Juni. Kantor Berita Fars melaporkan keputusan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi.
Media pemerintah Iran juga melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini terlibat dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat yang melampaui serangan rudal.
Di sisi lain, isu penguasaan Selat Hormuz kembali menjadi perhatian. Iran berulang kali menegaskan haknya atas jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Di tengah meningkatnya ketegangan, peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik masih terbuka. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington siap melanjutkan dialog apabila terdapat kesempatan untuk kembali menggelar pembicaraan dengan Iran.
Pernyataan tersebut memberi secercah harapan bagi pasar, meski pelaku industri energi masih mencermati perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.
Kenaikan pada perdagangan Senin sekaligus memperpanjang reli harga minyak setelah pekan sebelumnya mencatat lonjakan lebih dari 16 persen.