Meksiko mengerahkan ribuan tentara tambahan untuk memperkuat keamanan setelah kematian bos kartel El Mencho. (Anadolu Agency)
Meksiko Kerahkan Ribuan Tentara usai Kematian Bos Kartel 'El Mencho'
Muhammad Reyhansyah • 24 February 2026 12:30
Mexico City: Pemerintah Meksiko mengerahkan ribuan tentara tambahan untuk memperkuat keamanan setelah gelombang kekerasan meletus menyusul kematian El Mencho, bos dari kartel narkoba Jalisco New Generation.
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla menyebutkan bahwa 2.500 prajurit tambahan telah dikirim ke wilayah barat Meksiko pada Senin kemarin. Pemerintah mengatakan total sekitar 9.500 personel telah dikerahkan sejak Minggu.
Dilansir dari BBC, Selasa, 24 Februari 2026, kerusuhan dilaporkan terjadi di sedikitnya 20 negara bagian setelah Nemesio Oseguera Cervantes yang lebih dikenal sebagai “El Mencho” meninggal dalam tahanan di hari Minggu, tak lama setelah ditangkap pasukan khusus Meksiko di negara bagian Jalisco.
El Mencho merupakan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling ditakuti di Meksiko, dan sebelumnya menjadi buronan paling dicari di negara tersebut.
Menteri keamanan menyebut sedikitnya 25 anggota Garda Nasional Meksiko tewas di negara bagian Jalisco sejak kekerasan pecah.
Menurut Trevilla, El Mencho berhasil ditangkap setelah aparat melacak pasangan romantis yang hendak ditemuinya. Ia mengalami luka serius dalam baku tembak antara pengawal pribadinya dan komando militer yang dikerahkan untuk menangkapnya, lalu meninggal saat dibawa dari kota Tapalpa menuju ibu kota, Mexico City.
Kementerian pertahanan mengatakan sedikitnya enam pengawal El Mencho turut tewas dalam operasi tersebut, sementara tiga anggota militer Meksiko mengalami luka.
Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, mengatakan seorang sipir penjara, seorang staf kejaksaan negara bagian, serta 30 anggota organisasi kriminal El Mencho telah tewas dalam kerusuhan setelah kematiannya, menurut laporan AFP.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memuji operasi militer yang berujung pada kematian El Mencho dan menegaskan prioritas pemerintah adalah menjamin keamanan nasional.
“Ada ketenangan, ada pemerintahan, ada angkatan bersenjata, dan ada koordinasi yang sangat kuat,” ujarnya.
Kerusuhan Kartel Meluas
Setelah kabar kematian El Mencho menyebar, anggota kartelnya melancarkan serangan di berbagai kota dan wilayah tempat CJNG beroperasi.Di sejumlah kota, mereka memblokir jalan dengan menyebarkan paku dan benda tajam di aspal. Di tempat lain, mereka membajak bus dan kendaraan lain lalu membakarnya di tengah jalan.
Sheinbaum mengatakan blokade jalan tersebut telah dibersihkan pada Senin pagi. Namun puluhan bank serta usaha lokal dilaporkan rusak setelah dibakar anggota kartel.
Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi menunjukkan wisatawan menyaksikan dari kolam hotel ketika helikopter militer terbang rendah di atas bangunan sementara asap membumbung dari sejumlah gedung di Puerto Vallarta, negara bagian Jalisco.
Di banyak kota, jalanan tampak kosong pada Minggu setelah otoritas lokal meminta warga berlindung di rumah masing-masing.
Rekaman lain yang diverifikasi juga memperlihatkan bentrokan antara anggota kartel dan Garda Nasional Meksiko di kota San Isidro, di utara ibu kota negara bagian Guadalajara.
Dalam satu video terlihat seorang pria bersenjata menembak ke arah beberapa mobil, sementara gambar lain menunjukkan sedikitnya empat jasad tergeletak di dekat kendaraan.
Rekaman CCTV dari restoran di sekitar lokasi menunjukkan sebuah kendaraan menabrak truk Garda Nasional ketika anggota kartel menembakinya sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Garda Nasional belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi penangkapan dilakukan oleh tentara Meksiko dengan dukungan Garda Nasional serta angkatan udara. Pemerintah juga menyebut informasi tambahan dari Amerika Serikat membantu penangkapan tersebut, namun menegaskan tidak ada pasukan AS yang terlibat dalam kematian sang gembong.
Baca juga: Gedung Putih Mengakui AS Bantu Meksiko Habisi Bos Kartel ‘El Mencho’