Baratin Siapkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium hingga 2027

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding. MI/Susanto

Baratin Siapkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium hingga 2027

4 May 2026 15:51

Jakarta: Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun untuk modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia hingga 2027. Hal ini untuk mendorong penguatan laboratorium karantina secara bertahap agar meningkatkan kemampuan pengawasan terhadap komoditas yang masuk ke Indonesia.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan penguatan laboratorium diperlukan untuk mendukung efektivitas pengawasan, terutama dalam memastikan aspek kesehatan komoditas.

“Ya idealnya memang Barantin ini harus ada laboratorium yang terintegrasi yang besar di semua titik, tapi kita harus berproses pelan-pelan,” kata Karding, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, laboratorium terintegrasi dibutuhkan untuk mendukung pemeriksaan komoditas di berbagai titik pemasukan. Ketersediaan laboratorium yang lebih luas dan memadai akan memperkuat kemampuan Barantin dalam mendeteksi risiko kesehatan pada komoditas yang masuk.
 


Barantin memiliki 38 unit pelaksana teknis (UPT) operasional dan 2 UPT nonoperasional yang tersebar di berbagai titik pemasukan dan pengeluaran strategis, seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.

Laboratorium karantina saat ini berada di 38 UPT operasional tersebut serta satu UPT nonoperasional khusus laboratorium, yakni Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Karding menambahkan penguatan kapasitas laboratorium juga menjadi bagian dari modernisasi sistem karantina nasional. Selain itu, Barantin telah memiliki peralatan untuk mendukung pengujian, termasuk pemeriksaan terhadap aspek tertentu pada produk.

“Sekarang saja alat (deteksi) produk halal kita pakai. Barantin sudah punya,” ujarnya.
 
Karding mengatakan penguatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui modernisasi fasilitas laboratorium, termasuk peningkatan peralatan, perbaikan sarana, serta penguatan sumber daya manusia di berbagai unit layanan karantina.

Ia menuturkan laboratorium terintegrasi idealnya tersedia di seluruh titik pemasukan komoditas.

Adapun modernisasi itu mencakup penggantian peralatan laboratorium, perbaikan gedung, peningkatan sistem layanan, serta penguatan sumber daya manusia. Dengan penguatan laboratorium tersebut, Barantin diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan serta menjaga keamanan komoditas yang beredar di dalam negeri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)