Ilustrasi freepik
Ciri-ciri Anak Mengalami Child Grooming yang Perlu Diwaspadai
Putri Purnama Sari • 18 January 2026 15:13
Jakarta: Kasus child grooming di Indonesia baru baru ini kembali perhatian publik usai Aurelie Moeremans menceritakan pengalamannya mengalami child grooming dalam buku berjudul Broken Strings.
Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan anak secara bertahap, dengan tujuan eksploitasi emosional, seksual, atau psikologis. Sayangnya, banyak korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi hingga bertahun-tahun kemudian.
Ciri-ciri Anak Mengalami Child Grooming
Berikut ciri-ciri anak yang mengalami child grooming yang perlu diwaspadai orang tua dan lingkungan sekitar.1. Menjalin Kedekatan dengan Orang Dewasa yang Jauh Lebih Tua
Salah satu tanda paling umum adalah anak terlihat memiliki hubungan dekat dengan orang dewasa yang tidak wajar untuk usianya, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Pelaku sering memposisikan diri sebagai sosok pelindung, mentor, atau orang yang “paling mengerti” korban.
Baca Juga :
Child Grooming Disorot Usai Kisah Aurelie di Broken Strings, Begini Cara Melaporkan Pelaku
2. Sering Membicarakan Satu Sosok Tertentu secara Intens
Anak kerap menyebut satu nama tertentu secara berulang, membela orang tersebut berlebihan, atau menunjukkan keterikatan emosional yang kuat. Dalam beberapa kasus, anak menjadi sangat sensitif jika sosok tersebut dikritik.
3. Menarik Diri dari Keluarga dan Teman Sebaya
Pelaku grooming biasanya berusaha menjauhkan korban dari lingkungan terdekatnya. Anak menjadi lebih tertutup, mengurangi interaksi dengan keluarga dan teman sebaya, serta lebih banyak menghabiskan waktu sendirian atau dengan pelaku (baik online maupun offline).
4. Menerima Hadiah atau Perhatian Berlebihan
Hadiah, uang, fasilitas, atau bantuan emosional berlebihan sering digunakan sebagai alat manipulasi. Anak bisa merasa berutang budi, sehingga sulit menolak permintaan pelaku di kemudian hari.
5. Perubahan Emosi: Lebih Tertutup dan Mudah Tersinggung
Korban child grooming umumnya mengalami perubahan perilaku, seperti:
- Mudah marah atau defensif
- Gelisah dan cemas tanpa sebab jelas
- Enggan membicarakan aktivitas tertentu
6. Korban Merasa Bingung, Bersalah, dan Takut Kehilangan
Anak bisa mengalami kebingungan emosional, merasa bersalah, atau takut dianggap salah jika menceritakan hubungannya. Pelaku sering menanamkan narasi bahwa hubungan tersebut adalah rahasia, atau bahwa orang lain “tidak akan mengerti”.
7. Kesulitan Membedakan Perhatian dan Manipulasi
Dalam banyak kasus, korban mengira perlakuan pelaku sebagai bentuk kasih sayang atau perhatian tulus. Hal inilah yang membuat child grooming sangat berbahaya, karena berlangsung perlahan dan tidak terasa seperti kekerasan.
Seperti yang digambarkan dalam buku Broken Strings, banyak korban baru menyadari bahwa dirinya dimanipulasi bertahun-tahun setelah kejadian berlangsung, ketika dampak psikologis mulai terasa.
8. Perubahan Pola Penggunaan Gawai dan Media Sosial
Tanda lain yang patut diwaspadai:
- Menyembunyikan layar ponsel
- Menghapus riwayat chat secara rutin
- Menggunakan akun rahasia
- Menjadi sangat protektif terhadap gadget
9. Menunjukkan Ketergantungan Emosional pada Satu Orang
Anak merasa hanya satu orang tersebut yang memahami dirinya, memberi rasa aman, atau menjadi tempat bergantung secara emosional. Ketergantungan ini sering dimanfaatkan pelaku untuk mengendalikan korban.
10. Penurunan Prestasi atau Minat Sekolah
Korban grooming bisa mengalami gangguan konsentrasi, kehilangan minat belajar, atau penurunan prestasi akademik akibat tekanan psikologis yang dialami.
Pentingnya Deteksi Dini Child Grooming
Child grooming tidak selalu melibatkan kekerasan fisik di awal, sehingga sering luput dari perhatian. Oleh karena itu, peran keluarga, guru, dan lingkungan sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal dan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita.Semakin cepat disadari, semakin besar peluang anak mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang tepat.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com