Suasana rumah yang rusak terdampak longsor di bantaran Sungai Ciliwung, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026). ANTARA/HO-Kecamatan Tebet.
Warga Tebet Disebut Setuju dengan Normalisasi Kali Ciliwung
Achmad Zulfikar Fazli • 12 March 2026 16:12
Jakarta: Sejumlah warga Tebet, Jakarta Selatan, disebut setuju dengan adanya normalisasi Kali Ciliwung pascainsiden longsornya enam kontrakan pada Jumat, 6 Maret 2026.
"Warga sekitar itu mengharapkan segera di normalisasi," kata Camat Tebet, Putut Puji, saat dihubungi di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Putut mengatakan lokasi kontrakan yang longsor merupakan kawasan yang dibidik untuk dilakukan normalisasi Kali Ciliwung. Warga diharapkan tidak membangun bangunan lagi di kawasan itu untuk mencegah longsor susulan.
"Kondisi di lapangan tanahnya curam, kita imbau tidak dibangun lagi," ucap dia.
Baca Juga:
Dishub Jabar Waspadai Ancaman Longsor dan Rob di Jalur Mudik Lebaran 2026 |
Pihaknya sudah melakukan sosialisasi di kawasan itu terkait rencana pembebasan lahan di bantaran Kali Ciliwung kepada warga setempat. Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi potensi banjir dan risiko longsor di kawasan tersebut.
"Kami sudah melakukan sosialisasi sejak 2023, kemudian dilanjutkan pada 2024 dan 2025," ucap Putut.
Pembebasan lahan dilakukan secara bertahap setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelesaikan pembebasan rumah warga di wilayah Rawajati, Kecamatan Pancoran.
"Data jumlah warga yang terdampak rencana normalisasi Kali Ciliwung di RW 10, Kelurahan Kebon Baru tercatat sebanyak 396 bidang. Sementara, untuk RW 11 dan RW 14 masih menunggu pendataan lebih lanjut," ucap dia.