Kapolresta dan Bupati Cirebon memeriksa petugas yang hendak diturunkan pada arus mudik dan balik di Cirebon. Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan
Antisipasi Mudik Dini, 1.200 Personel Gabungan Siaga di Kabupaten Cirebon
Ahmad Rofahan • 13 March 2026 12:46
Cirebon: Polresta Cirebon mulai bersiap menghadapi potensi gelombang mudik dini yang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sebanyak 1.200 personel gabungan disiagakan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Cirebon.
Kapolresta Cirebon, Kombes Imara Utama, mengatakan personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya. Seluruh personel telah mengikuti apel gelar pasukan dan dijadwalkan mulai menempati pos pengamanan pada pukul 00.00 WIB.
“Kami telah menyiagakan sekitar 1.200 personel gabungan. Mereka mulai menempati pos masing-masing sejak 13 Maret pukul 00.00 untuk memastikan kesiapan menghadapi prediksi gelombang pertama arus kendaraan pada Sabtu, 14 Maret,” ujar Imara di Cirebon, Jumat, 13 Maret 2026.
Total, terdapat 11 pos yang disiapkan untuk mendukung pengamanan arus mudik. Pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis jalur mudik.
Salah satu pos utama berada di KM 188 akan dioperasikan secara terpadu bersama Korlantas Polri dan dinas terkait guna memantau kondisi arus kendaraan yang melintas di jalur tol.
Terkait kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas di jalan tol, seperti sistem satu arah (one way), Imara menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Korlantas Polri. Kebijakan tersebut akan diterapkan berdasarkan pemantauan volume kendaraan secara real-time.

Ilustrasi. Medcom.id
Selain jalur tol, pengawasan juga difokuskan pada jalur arteri yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengaturan pada titik putar balik atau U-turn.
“Di Kabupaten Cirebon terdapat sekitar 30 titik U-turn yang sudah kami petakan untuk kemungkinan penutupan. Namun, penutupan ini bersifat situasional, tergantung kondisi arus lalu lintas,” jelasnya.
Apabila volume kendaraan masih relatif landai, maka arus lalu lintas tetap akan diberlakukan normal. Namun jika terjadi peningkatan signifikan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, penutupan U-turn akan dilakukan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polresta Cirebon berharap gelombang mudik dini yang diperkirakan mulai terjadi pada 14 Maret dapat terkelola dengan baik. Dengan demikian, arus kendaraan tetap lancar dan aman bagi para pemudik.