Jangan Boros! Berikut Tips Mengelola THR

Ilustrasi rupiah/Sumber Pexels

Jangan Boros! Berikut Tips Mengelola THR

Muhamad Marup • 11 March 2026 17:50

Jakarta: Jelang Lebaran, peningkatan pengeluaran kerap tidak terhindarkan. Tunjangan Hari Raya (THR) yang  bisa digunakan untuk banyak keperluan penting jadi tidak termaksimalkan.

Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati, membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan menjelang Hari Raya. Hal ini penting agar tetap bijak dalam mengatur finansial saat momen hari raya.

Skala Prioritas

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana anggaran berdasarkan skala prioritas. Penyusunan anggaran dimulai dengan mengidentifikasi seluruh kebutuhan, kemudian mengurutkannya dari yang paling utama hingga yang kurang mendesak.

“Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi dan kebutuhan mudik atau silaturahim, sampai tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga dan kue lebaran,” ujar Istiqlaliyah, melansir dari laman resmi IPB University, Rabu, 11 Maret 2026.

Setelah kebutuhan primer terpenuhi, barulah menyusun daftar kebutuhan sekunder, seperti baju lebaran, dekorasi rumah, atau kegiatan rekreasi bersama keluarga. Meski begitu, dia menekankan agar seluruh perencanaan tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

"Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang," katanya.

Prinsip 3S

Istiqlaliyah mengenalkan prinsip 3S dalam mengalokasikan pendapatan, termasuk THR. 3S yang dimaksud yaitu spending (konsumsi/belanja), saving (menabung), dan sharing (infaq/berbagi).

Dia mengingatkan agar THR dimanfaatkan untuk menambah anggaran belanja yang sudah direncanakan, bukan dibelanjakan seluruhnya.

"Jika ingin membawa oleh-oleh saat mudik, sebaiknya tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan," jelasnya.


Ilustrasi rupiah/Sumber Pexels


Manfaatkan Diskon

Untuk berhemat, lanjut Istiqlaliyah, masyarakat dapat memanfaatkan promo atau diskon. Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak mudah tergoda oleh potongan harga untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

"Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan," tekannya.

Selain itu, setiap kali menemukan promo atau diskon, pastikan kembali bahwa barang tersebut memang termasuk dalam daftar kebutuhan.

Hindari Window Shopping

Istiqlaliyah juga menyarankan untuk mengurangi window shopping atau melihat-lihat barang tanpa rencana, karena dapat menimbulkan dorongan belanja spontan. Jika muncul keinginan membeli barang di luar daftar kebutuhan, sebaiknya tidak langsung melakukan pembayaran, melainkan menunda keputusan hingga keesokan hari.

Dia juga mengingatkan agar menghindari belanja dalam kondisi emosional, seperti saat lapar atau stres, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Kendalikan Emosi dan Disiplin

Istiqlaliyah juga mengingatkan agar menghindari belanja dalam kondisi emosional, seperti saat lapar atau stres, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Dia mengingatkan pentingnya disiplin finansial seperti membuat dan mematuhi anggaran yang telah disusun, menggunakan metode pembayaran nontunai dengan batas tertentu

“Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)