Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Dihubungkan Terowongan Utara

Ilustrasi MRT Jakarta. Dok MI/Susanto

Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Dihubungkan Terowongan Utara

Achmad Zulfikar Fazli • 9 July 2026 16:53

Jakarta: PT MRT Jakarta (Perseroda) menyelesaikan pembangunan terowongan jalur arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota. Sehingga, fase 1 dan fase 2A lintas utara-selatan tersambung dan menandai tonggak penting pembangunan proyek tersebut.

"Dengan pencapaian tersebut, terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah menghubungkan fase 1 dan fase 2A lintas utara selatan MRT Jakarta," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 9 Juli 2026.

Weni mengatakan keberhasilan penyelesaian penggalian terowongan jalur arah utara merupakan capaian penting pembangunan Fase 2A MRT Jakarta. Hal ini, sesuai target yang ditetapkan.

Penyelesaian ini ditandai dengan momen breakthrough, yakni saat mesin bor terowongan 1 mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. PT MRT Jakarta dan tim kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan untuk membangun terowongan arah utara pada fase 2A lintas utara-selatan.

Setiap mesin tersebut membangun sesuai dengan paket kontraknya, yaitu CP201 dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar, dan CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.

Pada titik breakthough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar, terowongan arah utara berada di kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah.

"Capaian ini menjadikannya sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama dengan terowongan di Stasiun Sawah Besar. Sebuah milestone dalam konstruksi sipil di Indonesia," ucap Weni.

Pekerja memeriksa bangunan terowongan MRT Fase 2A Stasiun MRT Thamrin dan Monas saat pembangunan di Jakarta. Foto- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Mesin bor terowongan 1 yang di CP202 bekerja membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter dan terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar serta Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter.

Untuk menghubungkan kedua stasiun tersebut, mesin bor terowongan 1 melakukan crossing di bawah kanal yang terletak di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Menurut dia, pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan matang dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta. Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai target.

"Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal," kata Weni.

Tim konstruksi PT MRT Jakarta dan kontraktor sedang menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan dari Kota menuju Bundaran HI. Targetnya, pada Q4 2026, seluruh terowongan fase 2A lintas utara-selatan selesai dibangun.

Per 25 Juni 2026, perkembangan pembangunan fase 2A telah mencapai 61,8 persen. PT MRT Jakarta menargetkan penyelesaian dan operasional fase 2A lintas utara-selatan pada akhir 2027 untuk segmen satu Bundaran HI-Monas. Sedangkan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029.

(Achmad Zulfikar Fazli)