Kejahatan Menurun, Tapi Kasus Narkoba di Malang Justru Melonjak Sepanjang 2025

Konferensi pers akhir tahun yang digelar di Pos Terpadu Karanglo, Kabupaten Malang, Selasa, 30 Desember 2025. Dokumentasi/Polres Malang.

Kejahatan Menurun, Tapi Kasus Narkoba di Malang Justru Melonjak Sepanjang 2025

Daviq Umar Al Faruq • 30 December 2025 16:07

Malang: Polres Malang menutup tahun 2025 dengan catatan kontras namun signifikan. Angka kejahatan dan fatalitas kecelakaan lalu lintas menurun, sementara pengungkapan kasus narkoba dan kejahatan jalanan justru melonjak. 

“Angka kejadian secara umum menurun 2,68 persen dibandingkan tahun lalu, dan rasio risiko kejahatan turun dari 92 menjadi 89. Ini hasil kerja keras seluruh jajaran,” kata Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo PS dalam konferensi pers akhir tahun, di Pos Terpadu Karanglo, Kabupaten Malang, Selasa, 30 Desember 2025.

Sepanjang 2025, Polres Malang mencatat 2.833 kejadian kriminal. Dari jumlah itu, 2.357 laporan masuk dan 2.211 perkara berhasil diselesaikan. 

Secara umum, tren kejahatan menurun 2,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Rasio risiko masyarakat menjadi korban kejahatan juga turun, dari 92 menjadi 89.
 


Meski tren menurun, pencurian dengan pemberatan (curat) masih mendominasi laporan kriminal dengan 313 kasus. Kejahatan paling banyak terjadi di kawasan perumahan, disusul jalan umum dan ruang publik. Dari sisi penegakan hukum, kinerja kepolisian justru meningkat signifikan.

“Curat memang masih tertinggi. Tapi dari sisi penegakan hukum, kami berhasil menyelesaikan 415 kasus curat, meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang hanya 282 kasus,” jelas Danang.

Untuk kejahatan jalanan kategori 3C, Polres Malang mencatat 105 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Menariknya, jumlah pengungkapan justru melampaui laporan, yakni 121 kasus.

“Pengungkapan curanmor kami melebihi jumlah laporan karena termasuk penyelesaian kasus tunggakan. Ini menunjukkan komitmen kami menekan kejahatan jalanan,” ungkap Danang.


Konferensi pers akhir tahun yang digelar di Pos Terpadu Karanglo, Kabupaten Malang, Selasa, 30 Desember 2025. Dokumentasi/Polres Malang.


Sementara itu, pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat 19 kasus dengan 14 perkara berhasil dituntaskan. Polisi juga menangani 15 kasus perjudian, delapan kasus pembalakan hutan, serta dua kasus penyalahgunaan BBM dan elpiji.

Sorotan terbesar datang dari pemberantasan narkotika. Sepanjang 2025, Polres Malang menerima 168 laporan kasus narkoba, naik dari 114 kasus pada 2024. Namun, dari sisi penyelesaian, aparat justru menuntaskan 171 perkara dengan total 230 tersangka, terdiri dari bandar dan pengedar.

“Kami berhasil menyelesaikan 171 kasus narkoba dengan total 230 tersangka, terdiri dari bandar dan pengedar. Capaian ini meningkat 21,85 persen dibanding tahun lalu,” kata Danang.

Barang bukti yang diamankan terbilang besar, meliputi 1.782,77 gram sabu, 3.057,17 gram ganja, 36 batang pohon ganja, 11.401 butir obat keras berbahaya, serta 120 liter minuman keras.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga menyelamatkan generasi muda. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan sekitar 38 ribu jiwa berhasil terselamatkan dari bahaya narkoba,” tegas Danang.

Meski angka laporan meningkat, Danang menilai hal itu mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kepolisian. “Laporan memang meningkat, tetapi ini menunjukkan masyarakat makin berani bersuara. Yang terpenting, kami bisa mengungkap dan menuntaskan perkara dengan lebih cepat dan lebih banyak,” ujar Danang.

Pendekatan humanis juga tetap dijalankan. Sepanjang 2025, sebanyak 43 kasus narkoba diselesaikan melalui restorative justice, dan 69 tersangka pengguna menjalani rehabilitasi.

“Kami ingin memukul jaringan bandar dan pengedar secara tegas, namun untuk pengguna yang bukan bagian dari sindikat, kami dorong rehabilitasi agar mereka bisa kembali ke masyarakat,” jelas Danang.


Konferensi pers akhir tahun yang digelar di Pos Terpadu Karanglo, Kabupaten Malang, Selasa, 30 Desember 2025. Dokumentasi/Polres Malang.


Di sisi lain, kinerja Polres Malang di sektor lalu lintas juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, tercatat 793 kecelakaan lalu lintas dengan total 1.381 korban, turun 3,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan paling signifikan terjadi pada korban meninggal dunia, dari 156 orang pada 2024 menjadi 111 orang di 2025.

“Di 2025 kami menangani 793 laka lantas. Tapi yang paling penting, korban meninggal dunia turun drastis dari 156 menjadi 111 orang. Ini bukti langkah pengamanan dan penegakan hukum di jalan berjalan lebih efektif,” kata Danang.

Polres Malang sepanjang tahun ini juga menggelar enam operasi besar di bidang lalu lintas, termasuk Operasi Keselamatan Semeru, Patuh, dan Zebra. Namun demikian, polisi menegaskan faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Faktor kecelakaan 100 persen human error. Karena itu kami tidak hanya menindak, tapi juga memperkuat edukasi, pengaturan, dan operasi di titik rawan,” ujar Danang.

Menutup paparan akhir tahun, Kapolres Malang menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menekan kriminalitas dan peredaran narkoba. Selain itu, pihaknya juga berupaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Kami akan terus fokus pada pengungkapan kasus kriminal, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan masyarakat Kabupaten Malang merasa aman,” pungkas Danang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)