Bitcoin Menguat ke USD64.740, Sentimen The Fed Batasi Reli

Ilustrasi, bitcoin. Foto: theguardian.com

Bitcoin Menguat ke USD64.740, Sentimen The Fed Batasi Reli

Husen Miftahudin • 31 July 2026 09:01

New York: Harga bitcoin menguat tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat, mengikuti reli aset berisiko yang dipimpin saham-saham teknologi setelah Microsoft membukukan kinerja keuangan yang kuat.

Namun, penguatan aset kripto terbesar di dunia itu masih dibatasi sikap hawkish Federal Reserve (The Fed), meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta laporan keuangan emiten Strategy. Mengutip Investing.com, Jumat, 31 Juli 2026, bitcoin naik 1,4 persen menjadi USD64.740,8.

Penguatan bitcoin berlangsung di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko. Namun, sentimen positif tersebut tertahan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Rabu, 29 Juli 2026.

Meski suku bunga tidak berubah, tiga pejabat Federal Reserve menyampaikan dukungan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang masih tinggi.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga kembali menegaskan komitmen bank sentral menjaga target inflasi sebesar dua persen. Namun, pasar menilai belum ada kejelasan mengenai langkah kebijakan berikutnya sehingga memunculkan spekulasi suku bunga berpotensi tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Kondisi suku bunga tinggi umumnya mengurangi daya tarik aset spekulatif seperti bitcoin karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil.
 

 

Strategy catat kerugian besar


Sentimen pasar kripto juga dipengaruhi laporan keuangan Strategy, salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar USD24,45 per saham pada kuartal II-2026, berbalik dari laba USD32,60 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategy mencatat kerugian operasional sebesar USD8,33 miliar, yang terutama berasal dari kerugian belum terealisasi (unrealized loss) senilai USD8,32 miliar atas kepemilikan aset digitalnya. Pada kuartal II-2025, perusahaan masih mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar USD14,05 miliar.

Perusahaan juga mulai menjual sebagian cadangan Bitcoinnya untuk pertama kali dalam hampir empat tahun. Langkah tersebut dilakukan di tengah harga Bitcoin yang berada di bawah rata-rata harga akuisisi perusahaan sebesar USD75.400 per Bitcoin.

Sepanjang empat pekan menjelang laporan keuangan, Strategy tidak melakukan pembelian Bitcoin baru. Perusahaan justru aktif menjual saham untuk memperkuat cadangan kas dan memenuhi kebutuhan modal serta kewajiban utang.

Hingga akhir kuartal II-2026, Strategy tercatat memiliki sekitar 846 ribu Bitcoin dengan nilai pasar sekitar USD54,77 miliar, berdasarkan harga Bitcoin USD64.915 per keping pada 27 Juli 2026.

Selain faktor suku bunga, pasar kripto juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan memunculkan kekhawatiran inflasi berbasis energi akan kembali meningkat. Kondisi itu berpotensi mendorong bank-bank sentral global mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
 

Harga terbaru aset kripto


Sejalan dengan penguatan bitcoin, mayoritas aset kripto alternatif (altcoin) juga ditutup di zona hijau. Berikut daftar harga terbaru sejumlah aset kripto:
  • Ether (ETH) naik 1,2 persen menjadi USD1.919,75.
  • XRP menguat 0,9 persen.
  • Solana naik 1,8 persen.
  • Cardano melonjak 4,6 persen.
  • BNB bertambah 3,9 persen.
  • Memecoin Dogecoin naik sekitar 1,1 persen.
  • TRUMP juga naik sekitar 1,1 persen.

(Husen Miftahudin)