Sebuah kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Foto: ANTARA/X/@TMCPoldaMetro.
Polisi Dalami Penyebab Tabrakan Beruntun Maut di Jakut
Fachri Audhia Hafiez • 24 March 2026 10:35
Jakarta: Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara tengah mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil mewah dan empat sepeda motor di Jalan Marina Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden maut yang terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026 tersebut, mengakibatkan dua orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.
“Saat ini kasus kecelakaan yang melibatkan satu mobil dengan empat sepeda motor masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara, AKP Edy Wibowo, di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 24 Maret 2026.
Baca Juga :
Edy menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1951 WJG yang dikemudikan pria berinisial CH melaju dari arah utara menuju selatan. Di sepanjang rute perjalanannya, mobil tersebut diduga melakukan tabrak lari berkali-kali, mulai dari area Fresh Market hingga ke Jalan Marina Raya.
“Ada lima kendaraan yang terlibat kecelakaan dan pengendara PCX berinisial AS serta pengendara Aerox (berinisial CR) meninggal dunia,” lanjut Edy.

Petugas mengidentifikasi korban kecelakaan lalu lintas di Penjaringan, Jakarta Utara. ANTARA/HO-Satlantas Polres Metro Jakut.
Korban AS dilaporkan mengembuskan napas terakhir di RS Pantai Indah Kapuk akibat luka berat di bagian kepala. Sementara itu, korban CR meninggal dunia di lokasi kejadian dan jenazahnya telah dievakuasi ke RSCM untuk keperluan lebih lanjut.
Berdasarkan kronologi kepolisian, pelarian pengemudi Fortuner tersebut berakhir di Jalan Mandara Permai setelah menghantam rentetan sepeda motor, mulai dari Honda Beat hingga Yamaha Aerox. Akibat aksi ugal-ugalan tersebut, selain menelan korban jiwa, sejumlah fasilitas umum dan kendaraan yang terlibat dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Pihak kepolisian masih memeriksa intensif pengemudi mobil berinisial CH untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau pengaruh zat tertentu saat berkendara. Hingga saat ini, tujuh korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit terdekat.