Dua Desa Wisata di Bali Diserbu Wisatawan Selama Libur Panjang

Desa Penglipuran, Bali. (MI/Ramdani)

Dua Desa Wisata di Bali Diserbu Wisatawan Selama Libur Panjang

Silvana Febiari • 25 March 2026 11:24

Denpasar: Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) Bali mencatat adanya kenaikan kunjungan di dua desa wisata. Peningkatan ini terjadi pada momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

“Kami melihat di Penglipuran dan Jatiluwih, kunjungan mengalami peningkatan kalau dibandingkan hari normal yang sebelum-sebelum ini,” kata Ketua Forkom Dewi Bali Made Mendra Astawa, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026. 
 


Berdasarkan laporan yang masuk, kenaikan kunjungan mulai terjadi sejak sehari sebelum Hari Raya Nyepi hingga hari ini. Dalam sehari, dua desa wisata tersebut bisa dikunjungi 2.000-4.000 lebih wisatawan, sementara pada hari biasa di angka 1.000-2.000 orang.

“Contoh saja yang kemarin saya dapat info, untuk di Jatiluwih kenaikan 100 persen, kunjungan banyak domestik kalau luar negeri memang libur panjang kali ini tidak ada pengaruh, karena masih low season,” ujarnya.

Meski dua desa wisata tersebut paling menonjol saat ini, Mendra menyebut masih ada desa wisata lain yang mulai digemari wisatawan. Contohnya adalah Desa Tenganan di Karangasem dan Desa Taro di Gianyar.

Di Desa Tenganan, luas area wisata yang terbatas membuat kunjungan menjadi padat jika jumlah pengunjung mendekati kapasitas Desa Jatiluwih dan Desa Penglipuran.

Melihat potensi ini, Forkom Dewi Bali mendorong seluruh desa wisata di Bali memanfaatkan momentum dengan mencari kekhasan masing-masing. Sebab, wisatawan saat ini mulai menggemari tren berwisata ke desa.

Mendra menyebut hal ini terkait dengan hobi wisatawan, terutama wisatawan domestik, yang gemar mencari wisata hidden game atau tempat tersembunyi.

Hidden game-nya apa, disini lah dituntut teman-teman desa wisata kalau ingin desa maju atau dikunjungi, buatlah sesuatu yang berbeda jangan meniru desa A dan B, perlu kiat-kiat khusus bagaimana mempromosikan diri karena mereka masing-masing punya keindahan tersendiri,” jelasnya.


Desa Penglipuran, Bali. (MI/Ramdani)


Di momentum libur panjang ini, Forkom Dewi Bali juga melihat para wisatawan domestik didominasi berasal dari Pulau Jawa yaitu Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Mereka banyak yang datang menggunakan mobil pribadi untuk mempermudah mengeksplorasi Bali.

Terlepas dari tingginya jumlah pengunjung di Desa Jatiluwih dan Desa Penglipuran, Mendra mengingatkan masyarakat dan pengelola desa wisata bahwa yang terpenting adalah manfaat kunjungan tersebut bagi masyarakat setempat. Kunjungan juga harus memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para wisatawan.

“Desa wisata itu menjadikan pariwisata tidak hanya sekadar jumlah kunjungan yang dikejar, tetapi kita melihat berapa besar memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, ketimbang masuk hanya membuat tiket dengan harga Rp20 ribu padahal masyarakat yang ditampung lebih besar,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa membenarkan kenaikan kunjungan ini. Dalam sehari bahkan hampir menyentuh 5.000 kunjungan.

Ia memprediksi kondisi tersebut akan berlangsung hingga hari ini. Oleh karena itu, masyarakat desa mempersiapkan diri dengan menata desa agar bersih dan indah, lengkap dengan atraksi budaya sebagai hiburan.

“Ada tren peningkatan kunjungan sejak 20 Maret, itu yang masuk 2.700 orang per hari, ada peningkatan lagi besoknya 4.100 kunjungan, dan terus meningkat sampai angka 4.500 lebih, ini diprediksi naik sampai 25 Maret ini, sehingga kami siapkan kunjungan yang berkesan," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)