DKI Klaim Berhasil Atasi Persoalan Sampah dan Emisi Gas Rumah Kaca

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Metro TV/Aris Setya.

DKI Klaim Berhasil Atasi Persoalan Sampah dan Emisi Gas Rumah Kaca

Aris Setya • 20 April 2026 13:08

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeklaim seluruh sampah di wilayah ibu kota pada 2025 tertangani. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyebut, pengelolaan sampah di Jakarta mencapai 100 persen, dengan komposisi pengurangan dan penanganan yang terus ditingkatkan.

“Meningkatnya pengelolaan persampahan dengan 100 persen sampah terkelola, yang terdiri atas 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah, dengan kapasitas sistem penanganan mencapai 5.280 ton per hari,” kata Rano dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Capaian tersebut merupakan bagian dari kinerja Pemprov DKI Jakarta di sektor lingkungan hidup di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno sepanjang tahun anggaran 2025. Selain pengelolaan sampah, Pemprov DKI mencatat capaian dalam upaya pengendalian perubahan iklim, khususnya penurunan emisi gas rumah kaca.

“Meningkatnya capaian penurunan emisi gas rumah kaca tahunan menjadi 26,96 persen,” ujar Rano.

Ilustrasi sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Foto: Dok. Antara.

Petugas gabungan Pemkot Jakarta Barat menggelar kerja bakti di sepanjang Jalan KH Moh. Mansyur, Jembatan Lima, Tambora, Minggu (19/4/2026). ANTARA/HO-Pemkot Jakbar

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, perbaikan kualitas lingkungan hidup di Jakarta terlihat dari peningkatan sejumlah indikator lainnya, tepatnya merujuk Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

“Meningkatnya capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 55,28 sesuai dengan metode perhitungan IKLH terbaru, dimana terdapat perbaikan pada Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Lahan dan Indeks Kualitas Air Laut,” ungkap Rano.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)