Posisi KM Virgo Transport 8 Terbalik Jadi Kendala Pencarian Korban

Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa

Posisi KM Virgo Transport 8 Terbalik Jadi Kendala Pencarian Korban

Silvana Febiari • 15 September 2026 06:26

Banjarmasin: Basarnas mengungkap posisi Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dari titik koordinat awal sejak kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut ditemukan dalam kondisi terbalik.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pergeseran tersebut diketahui dari perubahan posisi datum atau titik lokasi kapal pada hari kedua operasi SAR. Arah pergerakan mengikuti arus di perairan tempat KM Virgo Transport 8 tenggelam.

“Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedua kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dilansir dari Antara, Selasa, 15 September 2026. 


Menurut dia, posisi kapal yang kini tengkurap menimbulkan risiko tersendiri bagi penyelam. Operasi masuk ke dalam badan kapal tidak dapat dipaksakan sebelum seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi, termasuk kondisi cuaca dan lingkungan bawah laut yang memungkinkan personel bekerja secara aman.

“Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman,” ujarnya.

Kesulitan operasi juga bertambah karena kapal masih memiliki sekat-sekat atau ruang kosong di dalam badan kapal. Kondisi tersebut memungkinkan posisi kapal terus bergeser atau melayang mengikuti arus sehingga harus diperhitungkan sebelum tim menentukan metode pencarian korban di dalam kapal.

Syafii mengatakan kemampuan manusia untuk menyelam harus mengikuti aturan keselamatan yang berlaku. Hal itu menjadi penting ketika tim menghadapi kapal dalam posisi terbalik dengan ruang-ruang tertutup yang berpotensi menimbulkan bahaya jika dibuka secara paksa.

“Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi bahan koordinasi Basarnas untuk menentukan langkah operasi pada hari ketiga dengan melibatkan personel yang memiliki pengalaman dan pendidikan khusus dalam menangani kapal tenggelam. Setiap keputusan teknis tetap mengutamakan keselamatan para penyelamat.

“Kita akan melaksanakan diskusi dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kita kembangkan,” ujar Syafii.


Korban selamat ceritakan KM Virgo Transport 8 oleng ke kiri sebelum tenggelam. Foto: Tangkapan layar.


Basarnas mengkaji kemungkinan mengubah posisi KM Virgo Transport 8 dari kondisi tengkurap ke posisi yang lebih memungkinkan untuk mendukung pencarian di bagian dalam kapal. Namun, opsi tersebut masih dalam pembahasan teknis dengan mempertimbangkan berbagai risiko operasi.

Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan hingga pukul 22.00 WITA, Senin, 14 September 2026. Mereka terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Jumlah tersebut terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia yang jasadnya telah diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Korban meninggal dunia kedua dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru. Korban kemudian diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Satu korban selamat tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan. Sementara 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti, terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.

Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026.

(Silvana Febiari)