Ilustrasi. Foto: Unplash
Hadapi Banyak Tekanan, Ini Prediksi Harga Emas
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 12:45
Jakarta: Harga emas dunia masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, meskipun sempat mencatat rebound setelah dolar AS dan imbal hasil Treasury bergerak melemah. Pelaku pasar kini menunggu risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) September yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai peluang pelemahan harga emas masih terbuka secara teknikal. Pada timeframe daily, emas masih gagal menembus zona resistance kuat di level USD4.185-USD4.219. Kegagalan tersebut membentuk false break yang menunjukkan tekanan jual masih muncul ketika harga mendekati area resistance.
"Pada timeframe daily, emas masih belum mampu menembus resistance USD4.185-USD4.219 dan kembali membentuk false break. Kondisi ini menunjukkan seller masih memiliki kendali dan membuka peluang harga melanjutkan pelemahan menuju support USD4.110-USD4.064," ujar Geraldo dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut dia, struktur harga tersebut juga mengindikasikan terbentuknya tren bearish. Selama emas belum mampu melakukan breakout dan bertahan di atas zona USD4.185-USD4.219, tekanan turun masih berpotensi berlanjut. Area USD4.110-USD4.064 kemudian menjadi zona support penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.
Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh arah dolar AS dan Treasury yield. Reuters melaporkan harga emas spot turun sekitar 0,3 persen menjadi USD4.150,23 per troy ounce pada Rabu pagi. Investor kini menunggu risalah FOMC September untuk mencari petunjuk mengenai seberapa besar dukungan para pejabat The Fed terhadap kenaikan suku bunga berikutnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Emas naik didukung pelemahan dolar AS dan yield Treasury
Sebelumnya, emas sempat memperoleh dukungan setelah dolar AS dan yield Treasury melemah. Pada Selasa, harga emas naik sekitar 0,7 persen ke USD4.168,33 per troy ounce setelah yield Treasury 10 tahun turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade dan dolar AS ikut terkoreksi. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mengubah struktur teknikal emas menjadi bullish.Geraldo mengatakan respons pasar terhadap risalah FOMC akan menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan arah emas dalam jangka pendek. Apabila isi risalah menunjukkan sikap The Fed masih cenderung hawkish dan membuka ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, dolar AS dan Treasury yield berpotensi kembali menguat sehingga memberikan tekanan terhadap XAU/USD.
“Risalah FOMC akan menjadi katalis penting karena pasar ingin melihat seberapa besar peluang kenaikan suku bunga berikutnya. Jika nada The Fed lebih hawkish, penguatan USD dan yield dapat kembali menekan emas. Sebaliknya, apabila risalah menunjukkan kehati-hatian terhadap kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja, emas berpotensi mendapatkan ruang rebound,” jelas Geraldo.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed
Pasar saat ini memang telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober setelah data tenaga kerja September menunjukkan perlambatan. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih diperhitungkan. Reuters mencatat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sekitar 22 persen, sementara probabilitas kenaikan pada Desember berada di sekitar 84 persen.Kondisi tersebut membuat arah Treasury yield tetap menjadi perhatian. Suku bunga dan yield yang lebih tinggi cenderung meningkatkan opportunity cost memegang emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, penurunan yield dapat kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset alternatif.
Selain faktor moneter, emas masih mendapatkan dukungan struktural dari permintaan safe haven dan ketidakpastian geopolitik. Namun, untuk perdagangan jangka pendek, Geraldo melihat struktur teknikal masih memberikan sinyal bearish. Dengan demikian, harga emas hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum mampu menembus resistance USD4.185-USD4.219.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, zona USD4.110-USD4.064 menjadi area support yang berpotensi diuji. Pelaku pasar juga perlu mencermati respons dolar AS dan Treasury yield setelah risalah FOMC dirilis karena perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dapat memicu volatilitas XAU/USD.