Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah
Rupiah Diprediksi Menguat Tahun Depan, Ini Penopangnya
Eko Nordiansyah • 6 November 2026 09:35
Aceh: Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz memperkirakan rupiah akan kembali menguat tahun depan. Ia mengatakan, fundamental Indonesia masih tergolong baik meskipun saat ini rupiah di level Rp18 ribu per USD.
Ia mengatakan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) melebar dari 0,1 tahun lalu menjadi 1,5 tahun ini dan 1,6 pada tahun depan. Dengan kondisi CAD tersebut, menurut Faiz, kebutuhan dolar AS tidak terlalu besar sehingga menekan kurs rupiah seperti sekarang.
"Artinya sebenarnya fundamental ini, supply demand rupiah itu harusnya tidak di level sekarang levelnya. Mostly itu lebih digerakkan oleh sentimen," kata dia di Sabang, Aceh, Kamis, 5 November 2026.

(Ilustrasi rupiah. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Faktor sentimen global
Faiz menjelaskan, saat ini gerak rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal seperti geopolitik, pemilihan paruh waktu di AS, hingga harga minyak dunia. Oleh karena itu, tahun depan rupiah diproyeksi menguat dibandingkan saat ini."Memang tahun depan rata-rata rupiah itu akan bergerak di bawah sekitar Rp17.980. Tapi dinamikanya, itu mungkin akan tinggi pressure-nya akan tinggi menjelang kuartal II-2027," ungkap dia.
Namun demikian, penguatan rupiah tidak bisa langsung terjadi karena tantangan premi risiko yang meningkat. Ia menyebut, respons kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah akan memberikan dampak positif.
"Karena dengan fundamental ekonomi yang relatively resiliens, maka active investor itu akan masuk setelah uncertainty itu hilang," kata dia.