Mantan PM Israel Ehud Barak. (Anadolu Agency)
Mantan PM Israel Tuduh Netanyahu Siapkan Eskalasi Perang untuk Tunda Pemilu
Willy Haryono • 3 October 2026 08:10
Tel Aviv: Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menuduh PM Benjamin Netanyahu telah “meletakkan dasar” untuk terjadinya eskalasi perang yang dapat menunda pemilihan umum Israel pada 27 Oktober mendatang.
“Netanyahu sedang menyiapkan infrastruktur untuk berperang yang dapat menunda pemilu,” kata Barak kepada kantor berita Channel 12 yang dikutip Anadolu, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Barak juga melontarkan kritik tajam terhadap Netanyahu. Ia mengatakan Netanyahu “berbohong saat bernapas, saat makan kentang goreng, dan saat meninggalkan restoran tanpa membayar.”
Barak menyerukan agar Netanyahu disingkirkan dari kekuasaan melalui pemilu.
“Kita harus melakukan segala sesuatu untuk menyingkirkannya dari kekuasaan pada 27 Oktober, sekali dan untuk selamanya,” ujarnya.
Pernyataan Barak muncul di tengah perdebatan domestik yang semakin intens mengenai penggunaan isu keamanan dalam kampanye pemilu.
Netanyahu sebelumnya memperingatkan bahwa Israel dapat menghadapi serangan menjelang pemilu. Ia juga menggelar konsultasi dengan pejabat senior keamanan mengenai perkembangan di sejumlah front.
Netanyahu turut mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pihak yang terbukti berada di balik insiden penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada 30 September.
Ia mengatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan apakah pelaku bertindak atas instruksi pihak lain. Netanyahu juga memperingatkan bahwa “siapa pun yang mengirimnya akan membayar harga yang sangat mahal."
Insiden Flydubai kemudian menjadi isu dalam kampanye pemilu di tengah tuduhan dari lawan-lawan Netanyahu bahwa dia memanfaatkan isu keamanan untuk memperkuat posisinya dalam kampanye.
Pernyataan Barak juga disampaikan ketika operasi militer Israel terus berlangsung di sejumlah front, termasuk Jalur Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Pada Agustus, Barak menuduh Netanyahu berupaya membawa Israel hingga hari pemungutan suara dalam kondisi ketegangan keamanan dan ketakutan publik yang meningkat. Menurut Barak, eskalasi di sejumlah front regional berkaitan dengan pertimbangan elektoral.
Pemilu tersebut akan menjadi pemilihan umum pertama Israel sejak peristiwa 7 Oktober 2023.
Partai-partai oposisi juga meningkatkan koordinasi dalam upaya mengganti pemerintahan Netanyahu melalui pemungutan suara.
Baca juga: Netanyahu Disebut Rancang Pembajakan Pesawat untuk Seret Trump ke Perang Baru Iran