OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Konflik Geopolitik

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Foto: Metrotvnews.com/Gervin Purba

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Konflik Geopolitik

Andika Fauzan Azhari • 5 November 2026 17:06

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan, sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah konflik geopoltik, tekanan inflasi, serta ekspektasi kenaikan suku bunga global. Ia menilai, dinamika inflasi global masih dipengaruhi kenaikan harga energi, seiring eskalasi konflik geopolitik.
 
"Sektor jasa keuangan stabil di tengah berlanjutnya konflik geopolitik. Dinamika inflasi global masih dipengaruhi kenaikan kenaikan harga energi," ujar Ketua DK OJK Friderica dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
 
Friderica menambahkan, lonjakan tingkat inflasi di sejumlah negara, seperti Jepang dan Inggris, sudah melewati rentang target yang ditetapkan. Kenaikan inflasi tersebut mendorong Bank Sentral Global melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kecenderungan suku bunga kebijakan berlanjut pada level yang tinggi hingga 2027.


OJK: Pola Konsumsi Domestik Bergeser, Makin Konservatif

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari. Foto: tangkapan layar YouTube OJK TV.



 
 

Keterbatasan fiskal persempit pemberian subsidi

 

Di sisi lain, keterbatasan ruang fiskal semakin mempersempit kapasitas pemerintah di berbagai negara, khususnya kawasan Eropa dalam memberikan subsidi di tengah tekanan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga.
 
"Keterbatasan ruang fiskal semakin mempersempit kapasitas pemerintah di berbagai negara, khususnya di kawasan Eropa dalam memberikan subsidi," kata dia.
 
Ia menambahkan, kinerja bursa saham global juga dipengaruhi oleh koreksi saham teknologi. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara terus meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

(Gervin Nathaniel Purba)