Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times
Kesal Partai Republik Kalah, Trump Klaim Tak Khawatirkan Pemakzulan
Fajar Nugraha • 5 November 2026 08:10
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kemungkinan adanya pemakzulan menyusul kekalahan dalam pemilihan paruh waktu pada Rabu 4 November 2026.
Trump memperingatkan bahwa upaya apa pun dari Partai Demokrat untuk melengserkannya dari jabatan bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
"Tidak, tidak, tidak. Sama sekali tidak. Menurut saya, jika mereka melakukan itu, Partai Demokrat justru akan hancur," jawab Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 5 November 2026.
Trump kemudian mempertanyakan dasar apa yang dimiliki Partai Demokrat untuk memulai proses pemakzulan, seraya merujuk pada apa yang ia sebut sebagai keberhasilan pemerintahannya.
"Pemakzulan tanpa alasan? Memangnya kenapa, karena negara ini sukses? Negara kita saat ini jauh lebih sukses dibandingkan kapan pun dalam sejarahnya," ujar Trump.
Ketika ditanya apakah ia telah berbicara dengan kandidat atau pemilih dari Partai Demokrat setelah pemilihan hari Selasa, Trump menolak untuk mengungkapkan identitas mereka.
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Mungkin mereka sendiri yang akan menyampaikannya kepada Anda, tetapi saya tidak bisa," jawabnya.
Secara nasional, Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas kursi, baik di DPR maupun Senat, dengan merebut kursi yang sebelumnya dikuasai Partai Republik di beberapa negara bagian, termasuk Texas, Iowa, Kansas, dan Carolina.
Sebanyak 435 kursi di DPR dan 35 dari 100 kursi di Senat diperebutkan dalam pemilihan 3 November, bersamaan dengan pemilihan gubernur di 36 negara bagian.
Kongres yang baru terpilih akan mulai menjabat pada 3 Januari 2027, yang berarti Trump harus menjalani dua tahun terakhir masa kepresidenannya dengan kedua kamar parlemen berada di bawah kendali Partai Demokrat.