Hewan Liar Masuk Permukiman Imbas Kebakaran Hutan Gunung Lawu

Asap masih mengepul di sejumlah titik kebakaran kawasan hutan di Gunung Lawu, Jawa Tengah.(Dok. BPBD Karanganyar )

Hewan Liar Masuk Permukiman Imbas Kebakaran Hutan Gunung Lawu

Widjajadi • 22 October 2026 23:47

Karanganyar: Titik api kebakaran hutan di Gunung Lawu, Jawa Tengah, mulai berkurang setelah delapan hari pemadaman oleh tim gabungan darat dan udara. Namun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi warga lereng gunung.

Kepala Desa Tengklik, Paidin, menduga kebakaran hutan dan suhu lereng yang semakin panas menyebabkan hewan liar turun ke permukiman. Sejumlah ternak milik warga Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan menjadi mangsa.

"Insiden itu dipergoki langsung oleh warga sekitar pukul 01.00 WIB saat pemangsa masuk ke dalam kandang. Dari empat ekor kambing yang diserang, satu ekor mati di tempat," kata dia, di Karanganyar, Kamis, 22 Oktober 2026. 


Turunnya satwa liar ke pemukiman warga merupakan implikasi langsung dari kebakaran hebat yang melahap ratusan hektare kawasan hutan yang merupakan habitat hewan di Gunung Lawu.

Pemdes Tengklik  telah melayangkan laporan resmi ke Polsek Tawangmangu serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk melakukan verifikasi lapangan dan penanganan mitigasi konflik satwa dengan manusia.


Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Metro TV/ Rizal Pahlevy)

Sementara itu Dandim 0727/Karanganyar, Letkol Dhanang Prasetyo menyebut total luas hutan dan lahan yang terbakar di Gunung Lawu sekitar 500 hektare. Upaya pemadaman tidak kenal lelah menampakkan hasil.

"Sebaran titik api berangsur menyusut dari sembilan titik menjadi tiga titik, seiring cuaca dan angin yang mulai kondusif di wilayah Tawangmangu dan Ngargoyoso," ujar dia.

(Silvana Febiari)