Brigpol Tiara Nissa dalam program Meet Nite Live edisi The Power of Women. Dok. Metro TV
Tiara Nissa, Polwan Indonesia yang Jalankan Misi Perdamaian Dunia di Afrika
Muhamad Marup • 28 August 2026 22:20
Jakarta: Para polisi wanita (polwan) Indonesia memiliki sejumlah capaian luar biasa yang jarang mendapat sorotan. Salah satunya, Brigpol Tiara Nissa yang dipercaya menjalankan misi perdamaian dunia di Afrika.
Kehadiran Tiara dalam misi tersebut menunjukkan bahwa para polisi Indonesia tidak melulu mengurus keamanan dalam negeri. Melalui misi kemanusiaan tersebut, Tiara sekaligus membawa nama Indonesia di kancah internasional.
"Alhamdulillah diberikan kepercayaan oleh Polri pernah bertugas sebanyak dua kali penugasan di Minusca atau di Republik Afrika Tengah," kata Tiara dalam tayangan Meet Nite Live Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026.
Tiara merupakan polwan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri asal Pasuruan, Jawa Timur. Ia telah dua kali mendapat kepercayaan bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
.jpg)
Brigpol Tiara Nissa dalam program Meet Nite Live edisi The Power of Women. Dok. Metro TV
Penugasan pertama dijalani Tiara sebagai bagian dari Formed Police Unit (FPU) Minusca pada 2019 hingga 2020. Setelah itu, ia kembali ditugaskan sebagai Individual Police Officer (IPO) di Minusca pada 2024 hingga 2026.
Pengalaman tersebut membuat Tiara harus terbiasa menjalankan tugas di tengah situasi keamanan yang penuh tantangan. Namun, ia tetap membawa pendekatan kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian.
Kini, Tiara juga dipercaya menjadi instruktur IPO dan FPU Polri. Ia bertugas mempersiapkan personel Polri yang akan diterjunkan dalam berbagai misi perdamaian internasional.
"Kami saat ini juga sebagai instruktur IPO dan FPU Polri yang akan dipersiapkan untuk deployment di misi area," kata Tiara.
Polri diketahui mengirim peacekeeper ke sejumlah misi internasional, seperti MONUSCO di Kongo, MINUSCA di Afrika Tengah, UNISFA di Abyei, UNMISS di Sudan Selatan, hingga UNFICYP di Siprus.
"Kita sebagai Polisi Wanita Indonesia bukan hiasan dalam barisan, tapi kita hadir sebagai penggerak dalam suatu perubahan tersebut," tegasnya.