Pedagang membongkar mandiri sebanyak 16 bangunan semi permanen di Jalan Raya Bogor, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur ditertibkan secara mandiri, Selasa (27/10/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Penataan Kawasan, Pedagang Bongkar 16 Bangunan Eks Loksem Ciracas
Anggi Tondi Martaon • 29 October 2026 14:12
Jakarta: Pedagang membongkar sendiri belasan bangunan semi permanen bekas Lokasi Sementara (Loksem) JT 56 di Jalan Raya Bogor, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Pembongkaran dilakukan untuk mendukung penataan kawasan.
"Sebanyak 16 bangunan semi permanen di Jalan Raya Bogor, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur ditertibkan secara mandiri pada Selasa (27 Oktober 2026). Seluruhnya berada di area bekas Lokasi Sementara (Loksem) JT 56," kata Camat Ciracas Panangaran Ritonga dikutip dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.
Pembongkaran menyusul sudah dihapusnya status JT 56 sejak 2023. Salah satu kios juga diduga dijadikan tempat penjualan obat terlarang jenis tramadol.
Menurut Ritonga, sebagai upaya mencegah semakin buruknya kondisi loksem, pihaknya memberikan surat peringatan (SP) pertama dan kedua. Pedagang akhirnya memilih membongkar bangunan sendiri.
"Namun jika belum tuntas kita akan lakukan penertiban," ujar Ritonga.
Ritonga menyebut eks Loksem JT 56 itu awalnya terdapat 20 kios semi permanen yang biasa dijadikan tempat berjualan buah-buahan. Namun, empat di antaranya sudah diambil untuk pembuatan Posko Jaga Jakarta.
Posko ini dijaga oleh tiga pilar setiap harinya. Keberadaan posko tersebut untuk mengantisipasi adanya kasus tawuran, begal, dan tindak kejahatan lainnya.
"Ada dua pelanggaran yang dilakukan pedagang di eks JT 56 ini, yakni mereka berjualan di lokasi yang tidak semestinya karena sudah tidak ada izinnya lagi. Kemudian mereka juga menjual obat terlarang daftar G," ucap Ritonga.

Ilustrasi pembongkaran lapak. Foto: Antara.
Sementara itu, Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni menambahkan, surat peringatan kedua ini berakhir pada Jumat, 30 Oktober 2026. Jika belum dibongkar tuntas, personel gabungan akan membongkar.
"Kalau Jumat belum tuntas semua, akan dilakukan penertiban gabungan dilanjutkan kerja bakti massal," kata Puja.
Menurut Puja, jika lahan sudah bersih, pihaknya akan menatanya menjadi sebuah taman yang hijau dan asri.