Kondisi Pasar Taman Puring pascakebakaran 28 Juli 2025 yang direncanakan akan dilakukan revitalisasi, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Pemprov DKI Carikan Lokasi Pedagang Taman Puring selama Revitalisasi
Achmad Zulfikar Fazli • 25 October 2026 16:00
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencarikan lokasi sementara untuk pedagang Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selama revitalisasi menjadi ruang terbuka hijau (RTH) taman disabilitas. Revitalisasi pascakebakaran pada 2025 merupakan ide mantan Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar.
"Pedagangnya kita harus carikan tempat untuk mereka tetap bisa berdagang dan sebagainya. Nah, itu yang sedang dalam tahap pembahasan," kata Gubernur DKI Pramono Anung di GMAHK Taman Harapan Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pramono menyetujui ide revitalisasi Taman Puring sebagai upaya pembangunan taman disabilitas yang diperlukan di Jakarta. Sebab, Jakarta belum mempunyai taman disabilitas.
"Untuk Taman Puring yang direvitalisasi, saya ingin menjadi Taman Puring untuk disabilitas," kata Pramono.
Pramono berjanji memperjuangkan hak pedagang Taman Puring untuk tetap bisa berdagang.
"Karena bagaimanapun dalam kondisi seperti ini, ekonomi seperti ini, saya selalu memikirkan bagaimana para pedagang itu juga bisa berusaha dengan sebaik-baiknya," kata Pramono.
_%20ANTARA_Lifia%20Mawaddah%20Putri.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai usai meninjau pengerukan Kali Kebon Melati, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ada 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran pada Senin, 28 Agustus 2025. Sebelum terjadi insiden kebakaran, Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang.
Melalui Instagram @tamanhutandki, Taman Puring direncanakan memiliki fungsi ruang publik dan pendidikan melalui kehadiran Microlibrary Taman Puring.
Proyek yang didanai Ammodo Foundation tersebut dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects.
Fasilitas itu dirancang dengan struktur spiral rusuk beton melengkung dan atap hijau untuk menciptakan ruang membaca yang teduh sekaligus menyatu dengan lanskap taman.