Polda Metro Jaya menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara. ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
Ratusan Polisi Turun dari KRL saat Gerebek Kampung Bahari
Achmad Zulfikar Fazli • 1 November 2026 14:24
Jakarta: Ratusan aparat gabungan menggerebek lokasi peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu, 1 November 2026. Mereka mendatangi kawasan tersebut dengan menaiki kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok menuju Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
"Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Adhe Hariadi di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 1 November 2026.
Petugas gabungan mulai menyisir kawasan Kampung Bahari sekitar pukul 05.30 WIB. Personel yang dikerahkan mencapai 1.816 orang dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan Brimob Polri.
KRL digunakan petugas sebagai transportasi alternatif karena langsung mengakses jalur Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.
%20pagi.jpeg)
Tim gabungan menyisir kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba, pada Minggu (1/11/2026). Dok. Antara
Petugas dengan senjata lengkap turun dari KRL dan mulai menyisir lokasi tersebut. Satu per satu lapak yang menjadi tempat peredaran narkoba di sepanjang rel kereta dan pemukiman penduduk didatangi petugas gabungan.
Para pelaku yang diduga bagian dari komplotan narkoba di Kampung Bahari sempat memberikan perlawanan kepada petugas. Namun, pelaku berhasil meringkus para pelaku.
Sebanyak 27 pelaku peredaran narkoba ditangkap dalam operasi penggerebekan ini. Selain itu, polisi menyita barang bukti narkoba, senjata tajam, uang hasil penjualan narkoba, hingga mesin pencetak ekstasi.
"Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda," kata Adhe.