Kedubes Iran di Jakarta Gelar Doa Bersama atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah

Kedubes Iran di Jakarta Gelar Doa Bersama atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Muhammad Reyhansyah • 6 March 2026 05:27

Jakarta: Kedutaan Besar Iran di Jakarta menggelar doa bersama serta penandatanganan petisi solidaritas menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei wafat dalam serangan udara di Teheran di tengah eskalasi konflik antara Iran dan aliansi Amerika SerikatIsrael.

Acara yang digelar di Kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta warga yang menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada pemerintah Iran.

Dalam sambutannya, Dubes Boroujerdi menyampaikan duka mendalam atas kepergian Khamenei yang disebut telah mendedikasikan hidupnya bagi negara dan persatuan umat Muslim.

“Pada hari ini kita sedang berduka, duka terhadap seorang pemimpin agung yang telah menyumbangkan hidupnya lebih dari 86 tahun untuk urusan negara,” kata Dubes Boroujerdi.

Ia menggambarkan Khamenei sebagai sosok yang sepanjang hidupnya memperjuangkan persatuan umat Islam serta menentang berbagai bentuk kekerasan dan ekstremisme di dunia.

“Dalam hidupnya ia hanya memikirkan persatuan umat Muslim dan hubungan antar mereka. Hari ini umat berduka atas kehilangan seorang pemimpin agung yang mencintai rakyatnya dan selalu mendoakan mereka,” ujarnya.

Dubes Boroujerdi juga menyinggung kematian Khamenei sebagai akibat dari serangan yang menurutnya dilakukan oleh pihak musuh Iran. Ia menegaskan bahwa pemimpin tersebut dikenal sebagai tokoh yang menentang dominasi kekuatan besar serta berbagai bentuk kekerasan dan genosida.

“Musuh telah membunuh seorang pemimpin agung yang seluruh pemikirannya adalah untuk melawan kekerasan, melawan ekstremisme, dan berbagai bentuk penindasan,” kata Dubes Boroujerdi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas kematian pemimpin tertingginya.

“Kita pasti akan melakukan balas dendam terhadap pembunuhan pemimpin agung kami. Kita semua harus yakin bahwa kemenangan adalah milik kita,” ujar Dubes Boroujerdi.

Apresiasi Iran

Di sisi lain, Dubes Boroujerdi turut mengapresiasi berbagai bentuk dukungan yang datang dari masyarakat Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, Kedubes Iran menerima banyak pesan solidaritas, mulai dari surat belasungkawa hingga karangan bunga yang dikirimkan oleh masyarakat.

“Hari-hari belakangan ini, kami menerima begitu banyak aspirasi dari masyarakat Indonesia. Banyak surat belasungkawa, kiriman bunga, serta pesan solidaritas yang disampaikan melalui berbagai cara,” katanya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyampaikan dukungan kepada Iran.

Sebelumnya, konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel pecah pada Sabtu, 28 Februari 2026 setelah serangan udara besar-besaran menghantam Teheran.

Operasi militer gabungan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Khamenei.

Sebagai respons, Iran disebut telah meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta beberapa negara Teluk, yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)