Sejumlah pengendara melawan arah di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Polisi Kepung Jalur 'Maut' Cakung, Halau Pemotor yang Nekat Lawan Arus
Fachri Audhia Hafiez • 2 March 2026 16:37
Jakarta: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur menyiagakan personel di Jalan Raya Bekasi, wilayah Cakung Timur, guna mengantisipasi maraknya pengendara sepeda motor yang nekat melawan arah. Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya risiko kecelakaan akibat pelanggaran tersebut, terutama pada jam keberangkatan kerja.
"Anggota di situ pagi ada tiga. Memang anggota saya bagi semua untuk mengatur lalu lintas atau pengendara yang lawan arus," kata Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Eko Apriyanto, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Eko menjelaskan, penempatan personel difokuskan pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, saat volume kendaraan dari arah Bekasi menuju Cakung mencapai puncaknya. Menurutnya, kepadatan kendaraan pada jam sibuk kerap memicu psikologi massa di mana pengendara nekat melanggar aturan secara beramai-ramai demi memotong waktu tempuh.
"Anggota dari jam 06.00 WIB sudah berdiri di lokasi. Pagi hari memang paling padat. Polisi nyeberangin dari arah Cakung, motor pada ngikut semua. Tidak lama meluap, cuma setengah jam. Kita mau memberi tindakan, kebetulan traffic light mati, cuma nyala yang kuning aja," tutur Eko.
Petugas saat ini ditempatkan di dua titik strategis, yakni perempatan akses permukiman warga dan perempatan kawasan KBN. Meski personel terbatas, Satlantas tetap mengedepankan tindakan persuasif berupa teguran langsung, sembari memaksimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk penindakan tilang elektronik bagi pelanggar yang terekam kamera.
"Kita sudah upayakan agar mereka masuk jalur yang benar, tapi kadang masyarakat ini ramai-ramai, jadi ikut-ikutan. Sudah diarahkan, bisa kembali lagi. Keselamatan itu yang utama. Jangan sampai karena terburu-buru, justru membahayakan diri sendiri dan orang lain," tegas Eko.

Ilustrasi Polri. Foto: Dok. Medcom.id.
Kondisi di lapangan memang terbilang mengkhawatirkan. Hambali, 63, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat lawan arah sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Raya Bekasi. Mirisnya, para pelanggar sering kali lebih agresif saat ditegur oleh warga yang mencoba mengingatkan.
"Lawan arah itu dari dulu, bukan hal baru. Padahal, itu membahayakan pengendara lain yang sudah benar di jalurnya. Saya sering tolong kalau ada yang kecelakaan. Ujung-ujungnya ribut. Malah yang lawan arah jadi lebih galak," ucap Hambali.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kendaraan roda dua hingga truk bermuatan besar memadati jalur penghubung Bekasi-Pulogadung menuju Tanjung Priok tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan tidak memaksakan diri melawan arus demi keselamatan bersama.