Ilustrasi warga antre untuk masuk ke dalam bus wisata gratis TransJakarta di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Libur Lebaran 2026, TransJakarta bakal Tambah Armada ke Ancol hingga PIK
Achmad Zulfikar Fazli • 4 March 2026 12:32
Jakarta: PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) akan menambah armada bus menuju sejumlah destinasi wisata selama libur Lebaran 2026. Penambahan armada dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, mengatakan beberapa rute yang akan ditambah jumlah armadanya, antara lain menuju kawasan Ancol, Taman Mini, Ragunan, hingga Pantai Indah Kapuk (PIK).
“Jadi ke Ancol, kemudian ke Taman Mini, Ragunan, mungkin juga PIK, karena sudah ada rute PIK. Ini adalah nanti rute-rute yang mungkin kita akan perkuat armadanya,” ujar Welfizon di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Welfizon, keempat lokasi tersebut menjadi tujuan favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi waktu libur bersama keluarga.
Welfizon mengatakan penambahan armada juga dilakukan agar waktu tunggu penumpang tetap terjaga dan kepadatan di halte bisa diantisipasi. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pergerakan masyarakat saat Lebaran banyak mengarah ke tempat wisata.
Selain rute wisata di dalam kota, TransJakarta mempelajari kemungkinan penyesuaian armada untuk layanan TransJabodetabek, seperti rute ke Alam Sutera dan Bogor. Penambahan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di lapangan.
“Kita akan lihat 'demand'-nya dan nanti kita akan sesuaikan jumlah armadanya sesuai dengan kebutuhan,” kata dia.
Baca Juga:
Kota Bandung Diprediksi Dibanjiri 700 Ribu Wisatawan di Libur Lebaran |
.jpg)
Ilustrasi TransJakarta. Foto- MI
Dia mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan transportasi publik selama masa libur Lebaran guna mengurangi kemacetan di titik-titik wisata.
Pada hari H Lebaran, Pemprov DKI Jakarta berencana menggratiskan seluruh layanan transportasi umum. Mulai dari LRT, MRT, JakLingko sampai TransJakarta bisa digunakan masyarakat tanpa biaya.
Soal tarif Rp0 yang sering menjadi pertanyaan, dia menjelaskan secara sistem, pembayaran tetap harus ada angka yang tercatat.
“Jadi begini, di sistem TransJakarta, MRT, dan lainnya itu, kalau Rp0 tetap harus ada nilainya. Makanya dibuat jadi Rp1. Sebenarnya Rp1 dan Rp0 itu tidak ada bedanya bagi penumpang,” ujar dia.
Dia menjelaskan sistem kartu uang elektronik tetap membutuhkan angka rupiah agar transaksi bisa diproses. Oleh karena itu, tarif Rp0 secara teknis diubah menjadi Rp1. Artinya, layanan tersebut tetap gratis, hanya secara sistem pembayaran tercatat Rp1 agar transaksi bisa berjalan normal.
“Karena tetap harus ada rupiah yang terbaca dan terpotong di sistem, maka Rp0 dikonversi jadi Rp1,” ungkap Welfizon.