Ilustrasi polusi udara. Foto- MI/Usman Iskandar
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia pada 14 September
Achmad Zulfikar Fazli • 14 September 2026 10:32
Jakarta: Kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Senin, 14 September 2026. Jakarta menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 170 atau masuk kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5. Nilai konsentrasi udara 82 mikrogram per meter kubik.
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udara Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kondisi ini dapat merugikan manusia atau kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.
.jpg)
Ilustrasi langit Jakarta. (Medcom.id/Husen)
Situs tersebut juga merekomendasikan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan mengingat kondisi kualitas udara tidak sehat di Jakarta. Jika berada di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker, dan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Baghdad, Iraq di angka 178, dan urutan ketiga Dhaka, Bangladesh, di angka 166. Kemudian, Kuala Lumpur, Malaysia, di urutan keempet dengan angka 163 dan urutan kelima Ho Chi Minh City, Vietnam, di angka 157.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) untuk memprediksi polusi udara lebih akurat. Pengembangan EWS ini bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keberadaan sistem peringatan dini ini akan memberikan manfaat besar terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.
Dengan adanya informasi prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan mudah diakses, masyarakat dapat mengambil berbagai langkah preventif saat kualitas udara diperkirakan memburuk.
Langkah tersebut antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik di area terbuka, dan mengurangi paparan terhadap polusi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan.