Mengurai Cara Kerja Water Mist untuk Meredam Polusi Udara

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membeberkan mekanisme dan cara kerja alat water mist yang dipasang di Gedung Utama Blok A. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Mengurai Cara Kerja Water Mist untuk Meredam Polusi Udara

Metro TV • 9 September 2026 16:29

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membeberkan mekanisme alat water mist yang dipasang di Gedung Utama Blok A. Alat ini untuk meredam polusi udara serta menekan sebaran debu.

“Ini sebenarnya untuk menangkap partikel-partikel polutan. Ditangkap oleh uap air ini secara ilmiahnya, jadi debu-debu yang super kecil 2,5 PM itu ditangkap dengan sehingga enggak bertebaran lagi,” kata Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Erwin Lobo, saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu, 9 September 2026.
 


Erwin menjelaskan, mesin water mist bekerja mengandalkan toren berkapasitas 300 liter sebagai penampung sementara. Air di dalamnya diisi secara terus-menerus selama proses penyemprotan uap berlangsung agar pasokan air tetap stabil.

“Jadi airnya tuh bukan satu tangki terus enggak diisi lagi. Enggak. Ketika disemprot, nah ini diisi lagi. Terus diisi, jadi berkesinambungan gitu. Setelah 2 jam akan berhenti. Namun selama operasional mesin, maka itu akan tetap dimasukin air ke tempat penampungannya, ke torennya,” ujar Lobo.


Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membeberkan mekanisme dan cara kerja alat water mist yang dipasang di Gedung Utama Blok A. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Melalui sistem pengisian berkesinambungan tersebut, total air yang disemprotkan dari ketinggian lantai 17 bisa mencapai sekitar 2.500 liter dalam satu sesi operasional selama dua jam. Semburan uap air halus ini terbukti menghasilkan efek mirip gerimis dan memberikan sensasi sejuk hingga ke area halaman gedung.

Sesuai petunjuk operasional, petugas penyemprotan menjalankan mesin water mist ini dalam tiga sesi setiap harinya, yaitu pada pukul 09.00–11.00 WIB, 13.00–15.00 WIB, dan 17.00–19.00 WIB. Pemasangan serta pengoperasian alat ini diantisipasi akan terus dilakukan secara masif setiap hari sebagai langkah mitigasi kemarau panjang dan polusi udara.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)