Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Basarnas: Belum Ada Tanda Penemuan Jurnalis di Pulau Sertung
Achmad Zulfikar Fazli • 11 September 2026 00:36
Pandeglang: Basarnas belum menemukan adanya tanda penemuan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan visual menggunakan teropong.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sempat turun ke pulau-pulau sekitar gunung. Tetapi, pencarian belum bisa dilakukan langsung di Pulau Sertung lantaran PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan karena memasuki radius tiga km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius tiga km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," ujar Amrad, dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026.
Amrad menambahkan Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka, tetapi belum menunjukkan hasil maksimal karena wilayah masih tertutup asap.
"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.
.jpg)
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
Baca Juga :
Dia menegaskan Basarnas tetap mengacu pada informasi dari BMKG dan PVMBG terkait perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan untuk keselamatan proses pencarian.
"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tutur Amrad.
Pewarta foto Antara Muhammad Bagus Khoirunas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni jurnalis Merdeka.com Arie Basuki, fotografer lepas Donal Husni, jurnalis iNews Yudhistira, dan jurnalis Anadolu Daus.
Kelima pewarta foto itu hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.